logo


Turki Akan Tetap Gunakan Sistem Pertahanan Buatan Rusia Meski Dapat Sanksi dari AS

Juru bicara kepresidenan Turki menegaskan bahwa pihaknya tetap akan menggunakan sistem pertahanan udara S-400 meski hal tersebut membuat mereka dijatuhi sanksi dari AS

12 Februari 2021 16:27 WIB

Sistem Pertahanan Udara S-400 buatan Rusia
Sistem Pertahanan Udara S-400 buatan Rusia istimewa

ANKARA, JITUNEWS.COM - Juru bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengatakan bahwa pihaknya tidak berencana untuk membatalkan penggunaan sistem pertahanan udara S-400 yang sudah mereka beli dari Rusia. Hal tersebut ia sampaikan dalam sebuah wawancara dikutip Sputniknews.

Ibrahim Kalin menekankan bahwa keputusan pembelian sistem pertahanan udara buatan Rusia tersebut tidak diambil dalam waktu singkat dan mengingatkan bahwa kontrak pembelian tersebut sudah ditanda-tangani oleh pemerintah Turki dan Rusia sebelum AS mengeluarkan kebijakan sanksi terhadap negara-negara yang membeli senjata buatan Rusia dan China.

Kalin juga mengatakan bahwa Ankara siap untuk melakukan negosiasi terkait isu tersebut dengan pemerintahan Amerika Serikat, dimana Presiden Turki Erdogan kemungkinan akan segera melakukan pertemuan dengan Presiden Joe Biden.


Lewat Telepon, Menlu Korel dan AS Bahas Isu Nuklir Korea Utara dan Aksi Kudeta Myanmar

Sebelumnya, sejumlah pejabat pemerintah AS mengumumkan bahwa mereka tidak berencana untuk mencabut sanksi atas Turki yang membeli senjata buatan Rusia tersebut. Mereka juga mengatakan bahwa Washington tidak akan menggelar negosiasi dengan Turki terkait penyelesaian sengketa pembelian sistem pertahanan S-400.

AS mengklaim jika sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia tersebut tidak cocok dengan persenjataan NATO, meski Yunani diketahui juga telah menggunakan sistem pertahanan buatan Rusia, S-300. AS juga menyebut S-400 dapat dengan mudah mendeteksi pesawat tempur F-35 AS dan mentransfer informasi sensitif terkait teknologi yang digunakan oleh pesawat siluman tersebut kepada pihak Rusia.

300 Juta Warga AS Bakal Sudah Divaksinasi pada Akhir Juli, Biden: Kami Berada di Jalur yang Tepat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia