logo


TikTok Cash Resmi Diblokir, Kominfo Sebut Ada Pelanggaran Hukum

Jubir Kominfo menegaskan bahwa situs TikTok Cash dalam menjalankan transaksi elektronik telah melanggar hukum.

12 Februari 2021 11:20 WIB

TikTok
TikTok istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Kementerian Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemblokiran situs TikTok Cash yang menjanjikan uang setelah menonton video di platform tersebut. Ia mengatakan bahwa pemblokiran tersebut dilakukan sesuai permintaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Betul, Kominfo telah melakukan pemblokiran terhadap situs tiktokecash.com hari ini, sesuai dengan permintaan resmi dari OJK perihal kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin," kata Dedy di Jakarta, Rabu (10/02/2021).

Dedy menjeskan bahwa pemblokiran tidak hanya dilakukan pada situs TikTok Cash saja, namun juga media sosial yang terafiliasi ke situs tersebut. Ia menegaskan bahwa situs TikTok Cash dalam menjalankan transaksi elektronik telah melanggar hukum.


Terlalu Royal dalam Iklan dan Marketing di Inggris 2019 Lalu, TikTok Rugi Ratusan Juta Dolar

“Media sosial TikTok Cash juga sedang dalam proses blokir. Alasan pemblokiran sebagai transaksi elektronik yang melanggar hukum,” jelasnya.

Diketahui, situs TikTok Cash bekerja dengan cara memberikan reward kepada anggotanya yang melakukan follow, like, dan menonton video TikTok. Selain itu, seseorang yang hendak  menjadi anggota harus merogoh kocek dengan biaya yang bervariasi tergantung tingkat keanggotaannya.

Cara kerja TikTok Cash agar mendapatkan keuntungan yaitu dengan mengundang orang agar mau begabung. Kemudian, pengguna dapat mencairkan saldo di rekening bank yang dimiliki.

TikTok Cash memiliki konsep yang hampir sama dengan Vtube. Dimana Vtube menjanjikan penghasilan yang fantastis yakni dengan menonton tayangan iklan video selama 5-10 menit perhari maka pengguna dapat penghasilan Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah per bulannya.

 

Tegas! Kominfo Minta Whatsapp dan FB Lindungan Data Pribadi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati