logo


Turki Beri Kesempatan AS untuk Negosiasi soal Sengketa Sistem Pertahanan S-400

Menteri Pertahanan Turki meyakini jika kekesalan AS terhadap Turki yang menggunakan sistem pertahanan S-400 buatan Rusia didasari karena alasan komersial, bukan terkait isu keamanan.

11 Februari 2021 15:02 WIB

Sistem Rudal S-400
Sistem Rudal S-400 istimewa

ANKARA, JITUNEWS.COM - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar berharap bahwa pihaknya dapat "menemukan solusi" bagi perselisihan Turki-AS terkait pembelian sistem pertahanan udara buatan Rusia, S-400. Ia menyebut Turki-AS dapat membuat sebuah kesepakatan seperti halnya yang dilakukan oleh Yunani yang sebelumnya membeli sistem pertahanan udara S-300.

"Kami sudah mengatakan ini sebelumnya, apa pun model yang digunakan untuk S-300 di Kreta, kami terbuka untuk bernegosiasi," kata Akar pada Selasa (9/2), dikutip Sputniknews.

Seperti diketahui, sistem pertahanan udara S-300 yang digunakan oleh Yunani di Pulau Kreta juga "tidak selalu beroperasi" dimana sebagian besar peralatannya disimpan di fasilitas penyimpanan.


Dewan HAM Bakal Gelar Sesi Khusus Bahas Isu Myanmar Jumat Pekan Ini

“Ini tidak seperti kita akan selalu menggunakannya (sistem pertahanan S-400). Sistem ini digunakan sesuai dengan situasi ancaman. Kami membuat keputusan berdasarkan itu," tambahnya.

Akar melanjutkan bahwa selain Amerika Serikat, sejumlah negara anggota NATO lain, termasuk Turki, juga memiliki dan mengoperasikan sistem persenjataan buatan Rusia.

“Banyak negara Eropa yang menjadi anggota Pakta Warsawa dan kemudian bergabung dengan NATO masih memiliki senjata era Soviet. Senjata-senjata ini juga disimpan dalam sistem di dalam NATO,” katanya.

Ia meyakini jika kekesalan AS terhadap Turki atas masalah S-400 tidak terkait dengan masalah keamanan, tetapi lebih kepada alasan perdagangan dengan Rusia, dimana hal tersebut dapat membuka peluang negara-negara lain untuk lebih memilih membeli persenjataan buatan Rusia daripada Amerika Serikat.

“Untuk alasan komersial, mereka ingin menghentikan pembukaan jalan semacam itu agar tidak terjadi dengan negara lain,” tukasnya.

Dua Unit Kapal Induk AS Gelar Latihan Militer di Utara Natuna

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia