logo


Batalnya RUU Pemilu Dikaitkan dengan Jokowi-Gibran, Ini Kata PDIP

PDIP menilai jika Pilkada digelar pada 2024 maka pemerintah bisa fokus mengatasi pandemi Covid-19

11 Februari 2021 11:00 WIB

Djarot Saiful Hidayat
Djarot Saiful Hidayat Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus Partai Demokrat curiga pembatalan revisi UU Pemilu karena Presiden Joko Widodo ingin mempersiapkan Gibran Rakabuming Raka maju Pilgub DKI Jakarta 2024.

Ketua DPP PDIP, Djarot Saifulah Hidayat, menilai jika Pilkada digelar pada 2024 maka pemerintah bisa fokus mengatasi pandemi Covid-19.

"Justru pendapatnya terbalik. Kita tetap konsisten untuk melaksanakan Pilkada Serentak sesuai dengan UU Nomor 10 Tahun 2016 agar semua energi bangsa ini benar-benar dicurahkan untuk mengatasi pandemi dan pemulihan ekonomi rakyat," kata Djarot kepada wartawan, Kamis (11/2).


RUU Pemilu Dihentikan, Demokrat: Dilatari oleh Kemungkinan Jokowi Siapkan Gibran dari Solo ke Jakarta?

Djarot menyebut bahwa sejak awal PDIP menolak untuk revisi UU Pilkada.

"Sejak awal, bahkan sebelum ada sikap dari pemerintah, poksi II (kelompok Fraksi PDIP Komisi II) dan Fraksi PDI Perjuangan menolak untuk merevisi UU Pilkada untuk kepentingan yang lebih besar, yakni keselamatan kesehatan dan pemulihan ekonomi rakyat. Kami juga sangat menghargai dan mengapresiasi sikap pemerintah yang konsisten untuk fokus mengatasi pandemi dan sekaligus memulihkan ekonomi rakyat secara nasional," ungkapnya.

Ia berharap tidak ada pihak yang berpikir pragmatis. Menurutnya, keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan demi kekuasaan.

"Makanya, saya berharap agar menghentikan pola pikir pragmatis untuk kepentingan jangka pendek yang hanya demi meraih kekuasaan, tetapi mengorbankan kepentingan yang lebih besar, yakni keselamatan kesehatan dan ekonomi rakyat yang terkena dampak pandemi," katanya.

Batalnya RUU Pemilu Dikaitkan dengan Jokowi-Gibran, PPP: Tak Usah Terlalu Jauh Menganalisis

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata