logo


Ingin Investasi Apartemen? Begini Prosedur Pembelian Unitnya

Salah satu kawasan Ibu Kota yang ramai akan anak-anak muda, milenial berduit dan cocok untuk berinvestasi apartemen yakni Jakarta Selatan

10 Februari 2021 15:33 WIB

Apartemen Kalibata City.
Apartemen Kalibata City. JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ingin membeli apartemen untuk investasi? Pilihan yang tepat bila ingin membeli apartemen di daerah metropolitan seperti Jakarta.

Salah satu kawasan Ibu Kota yang ramai akan anak-anak muda, milenial berduit, yakni Jakarta Selatan. Banyak pilihan jual apartemen Jakarta Selatan dengan variasi fasilitas yang tersedia.

Banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat membeli apartemen. Selain lokasi yang strategis, keamanan 24 jam sangat penting untuk kenyamanan dan keselamatan.


Mal Kembali Dibuka, Ahli Beri Peringatan: Bukan untuk Jalan-jalan!

Bila sudah mencari tahu hal-hal yang wajib diketahui sebelum membeli apartemen, anda harus mengetahui tata cara membelinya. Berikut ini kami jabarkan prosedur membeli apartemen agar tak kebingungan.

  1. Booking Fee

Pembayaran booking fee atau tanda jadi, nominalnya bisa jadi beragam. Tujuan pembayaran ini sebagai tanda kepastian anda dalam membeli apartemen.

Booking fee bisa dikatakan sebagai jaminan. Formulir dalam tanda jadi berisikan data diri dan juga pilihan yang telah ditentukan sebagai dasar terbitnya surat pesanan seperti pemilihan unit yang meliputi tipe unit serta posisi lantai dan nomor unit.

  1. Cara Membayar

Biasanya akan ada tiga cara pembayaran yang bisa dilakukan, yakni hard cash atau cash keras, cash installment atau cash bertahap dan KPA alias Kredit Pemilikan Apartemen. Sebagai bukti booking, nantinya anda akan mendapatkan surat konfirmasi.

Lalu bayar unit sesuai dengan jadwal pembayaran yang tertera pada surat konfirmasi tersebut. Anda akan mendapatkan kuitansi setiap kali pembayaran melalui cara yang anda pilih.

Anda juga akan mendapat surat pesanan sebagai bukti pemesanan unit. Di dalamnya tercantum biodata pemesanan, pilihan unit, harga, jadwal pembayaran dan ketentuan-ketentuan lainnya selama masa pemesanan unit.

  1. Penandatanganan

Penandatanganan perjanjian antara pembeli dan penjual dalam hal ini yakni developer. Perjanjian ini dilakukan sebagai pengikatan sementara sebelum pembuatan AJB resmi dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT),

Ada hal-hal pokok yang terdapat dalam perjanjian, yakni subjek yang salin berkaitan antara penjual dan pembeli. Selain itu adalah objek yang diperjanjikan yakni tanah dan bangunan atau properti lainnya, juga pasal tentang vata pembayaran. Selanjutnya ada pasal tentang hak dan kewajiban, serta pasal tentang sanksi dan pasal tentang penyelesaian perselisihan.

Penandatanganan perjanjian ini biasanya dilakukan setelah pembayaran lebih dari 20%-30% dari harga jual unit. Perjanjian semacam ini biasa disebut dengan PPJB atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli.

  1. PPAT

PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah, badan yang berwenang menerbitkan akta otentik unit. Akta ini akan diberikan setelah pembayaran pembelian telah dilunasi serta telah dilakukan serah terima unit.

Pembuatan akta ini dilakukan setelah pajak-pajak yang timbul karena jual beli sudah dibayarkan. Pihak pembeli nantinya akan dikenakan pajak BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

Selanjutnya akta tersebut disebut dengan Akta Jual Beli atau AJB yang bisa dibalik nama setelah semua proses terselesaikan. Setelah itu, unit apartemen telah resmi menjadi milik anda.

Anies Larang Penggunaan Kantong Plastik Sekali Pakai, Ternyata Ini Bahayanya Menurut Ahli

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati