logo


Dua Unit Kapal Induk AS Gelar Latihan Militer di Utara Natuna

Dua Kapal Induk AS, USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz menggelar latihan militer di Laut China Selatan pada Selasa (9/2)

9 Februari 2021 17:18 WIB

Kapal Induk militer AS Theodore Roosevelt
Kapal Induk militer AS Theodore Roosevelt istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dua unit kapal induk AS pada Selasa (9/2) menggelar latihan gabungan di Laut China Selatan, beberapa hari setelah kapal perang AS berlayar di sekitar wilayah perairan yang disengketakan oleh China.

Angkatan Laut AS mengatakan bahwa Kapal induk USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz menggelar latihan militer pertama di wilayah perairan tersebut sejak Juli 2020 dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan komando mereka.

Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan bahwa meningkatnya aktivitas militer AS di Laut China Selatan sangat tidak kondusif bagi stabilitas dan perdamaian kawasan.


Misi Luar Angkasa AS, China dan Uni Emirat Arab Akan Tiba di Mars pada Bulan Ini

"China akan terus mengambil tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional dan akan bekerja sama dengan negara-negara di kawasan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan," kata Wang Wenbin, dikutip Reuters.

Latihan militer AS tersebut digelar beberapa hari usai China mengecam kapal perusak AS USS John S. McCain yang berlayar di Pulau Paracel yang dikuasai oleh China.

Pada bulan lalu, militer AS mengatakan bahwa sejumlah pesawat tempur China yang terbang di atas Laut China Selatan telah melakukan tindakan yang agresif dan membahayakan stabilitas kawasan. Meski demikian, pesawat tempur tersebut tidak menjadi ancaman bagi armada AS.

"Kami berkomitmen untuk memastikan penggunaan wilayah perairan tersebut yang semua negara menikmatinya dibawah undang-undang internasional," kata Rear Admiral jim Kirk, Komandan Kapal Induk USS Nimitz dalam pernyataan tertulis.

Sementara itu, presiden Taiwan Tsai Ing wen mengatakan bahwa armada militer AS yang menggelar operasi navigasi di Laut China Selatan telah memastikan status quo wilayah perairan tersebut.

"Hal ini mendemonstrasikan secara jelas sikap AS terhadap tantangan keamanan status quo di kawasan Indo-Pasifik," kata Tsai Ing Wen.

Dewan HAM Bakal Gelar Sesi Khusus Bahas Isu Myanmar Jumat Pekan Ini

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia