logo


Sebut Perdamaian Abu Janda dan Pigai Semu, Rocky Gerung Menduga Ada Agenda Kekuasaan Tertentu

Perdamaian Abu Janda dan Natalius Pigai terjadi usai keduanya dipertemukan oleh politikus Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (8/2/2021).

9 Februari 2021 17:00 WIB

(dari kiri) Natalius Pigai, Sufmi Dasco, Permadi Arya
(dari kiri) Natalius Pigai, Sufmi Dasco, Permadi Arya Facebook

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pegiat media sosial Abu Janda telah berdamai dengan mantan komisioner HAM Natalius Pigai. Perdamaian tersebut terjadi usai keduanya dipertemukan oleh politikus Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (8/2/2021).

Sementara itu, pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa pertemuan tersebut hanyalah perdamaian semu. Ia menduaga ada agenda kekuasaan tertentu.

"Beda agendanya, kita gak tau. Ini adalah agenda kekuasaan melalui aparat intelijen telah beroperasi, entah Natalius Pgai berbahaya kalau tidak di rangkul atau sebaliknya si makhluk (Abu Janda) itu terancam. Ini perdamaian semu," kata kata Rocky Gerung di channel YouTube miliknya yang berjudul 'Presiden Jokowi Minta Dikritik, Permainan Dua Muka' yang dikutip Selasa (9/2/2021).


Komentari Pertemuan Natalius Pigai dan Abu Janda, Haris KNPI: Seakan Keributan yang Dibuat Jadi Bahan Dagelan

Bahkan, Rocky Gerung menilai bahwa Dasco seharusnya mempertemukan Rizieq Shihab dengan Presiden Joko Widodo. Keduanya disebut sudah sangat bermusuhan sehingga perlu didamaikan.

"Kalau politik bisa, mestinya yang dipertemukan Dasco sebagai partai pendukung pemerintahan yakni Habib Rizieq dan Jokowi. Itu yang harus didamaikan," ujarnya.

Tanggapi Pertemuan Abu Janda dan Pigai, Rocky Gerung: Harusnya Pertemukan Rizieq dan Jokowi, Kan Bermusuhan Lebih Berat

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati