logo


Tanggapi Pertemuan Abu Janda dan Pigai, Rocky Gerung: Harusnya Pertemukan Rizieq dan Jokowi, Kan Bermusuhan Lebih Berat

Rocky Gerung menilai pertemuan Rizieq Shihab dengan Presiden Joko Widodo lebih penting untuk mendamaikan pemerintah dengan rakyatnya.

9 Februari 2021 16:30 WIB

Rocky Gerung.
Rocky Gerung. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung turut menanggapi pertemuan antara pegiat media sosial Abu Janda dengan mantan komisioner HAM Natalius Pigai di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (8/2/2021). Ia menilai petemuan yang difasilitasi politisi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad seharusnya tidak berakhir di meja makan karena menyangkut pelanggaran HAM.

"Pak Daco harusnya pertemukan, ajak makan di meja yang sama Habib Rizieq dan Jokowi. Kan dia bermusuhan lebih berat, permusuhan antara makhluk (Abu Janda) itu dengan Natalius Pigai permusuhan karena soal HAM dan itu tidak seharusnya diselesaikan di meja makan," kata Rocky Gerung di channel YouTube miliknya yang berjudul 'Presiden Jokowi Minta Dikritik, Permainan Dua Muka' yang dikutip Selasa (9/2/2021).

Menurutnya, Dasco lebih baik mempertemukan pentolan FPI Rizieq Shihab dengan Presiden Joko Widodo. Baginya, pertemuan tersebut lebih penting untuk mendamaikan pemerintah dengan rakyatnya.


Siapkan 5.000 Vaksin Covid-19 untuk Wartawan, Jokowi Sebut Vaksinai Akhir Februari Sampai Maret

"Kalau politik bisa, mestinya yang dipertemukan Dasco sebagai partai pendukung pemerintahan yakni Habib Rizieq dan Jokowi. Itu yang harus didamaikan," ujarnya.

Sebelumnya, Abu Janda dan Natalius Pigai telah berdamai terkait pernyataan Abu Janda yang dinilai rasis. Perdamaian tersebut terjadi usai keduanya dipertemukan oleh Sufmi Dasco Ahmad di hotel Fairmont, Jakarta pada Senin (8/2/2021).

Abu Janda mengaskan bahwa tidak ada niat sediktpun untuk menyerang Pigai. "Sepakat untuk salig guyub rukun dan bersama membangun negeri," kata Abu Janda.

Ngaku Takut Kritik Rezim Jokowi, Kwik Kian Gie: Masalah Pribadi Langsung Diodal-adil

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati