logo


Heran Maaher Sakit Tapi Dipaksakan Ditahan, Novel Baswedan: Aparat Jangan Keterlaluanlah, Apalagi dengan Ustaz Lho

Novel mengaku heran dengan aparat kepolisian yang tetap menahan Ustaz Maaher padahal yang bersangkutan sempat mengeluh sakit

9 Februari 2021 15:00 WIB

Novel Baswedan
Novel Baswedan Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan turut berduka cita atas meninggalnya Ustaz Maaher At-Thuwailibi pada Senin (8/2/2021) malam.

"Innalillahi Wainnailaihi Rojiun Ustadz Maaher meninggal di rutan Polri," tulis Novel Baswedan di akun Twitter pribadinya, Selasa (9/2/2021).

Novel mengaku heran dengan aparat kepolisian yang tetap menahan Ustaz Maaher padahal yang bersangkutan sempat mengeluh sakit. Ia meminta aparat penegak hukum tidak bertindak secara berlebihan.


Ustadz Maaher Derita TB Usus, Keluarga: Pengobatan Sama Rawat Jalannya Terputus

"Pdhl kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Org sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jgn keterlaluanlah.. Apalagi dgn Ustadz. Ini bukan sepele lho...," sambungnya.

Diketahui, Ustaz Maaher meninggal dunia saat sedang menjalani masa tahanan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Ia sedang menjalani masa tahanan terkait kasus penghinaan terhadap Habib Luthfi di media sosial. Ia telah djerat dengan Pasal 45 ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016  tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

 

Enggan Ungkap Sakit Ustadz Maaher, Polisi: Bisa Membuat Nama Baik Keluarga Tercoreng

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati