logo


Tak Masalah dengan Pasar Muamalah Depok, Muhammadiyah Anggap Dinar Dirham Seperti Voucher

Muhammadiyah sebut tidak ada yang salah apabila bertransaksi menggunakan dinar dan dirham, apalagi untuk mendapatkannya menggunakan mata uang rupiah.

8 Februari 2021 19:21 WIB

Anwar Abbas
Anwar Abbas Ist

Menurutnya, penggunaan mata uang dinar dan dirham seperti penggunaan voucher atau koin mainan anak. Oleh karena itu, tidak ada yang salah apabila bertransaksi menggunakan dinar dan dirham, apalagi untuk mendapatkannya menggunakan mata uang rupiah.

"Pertanyaannya bolehkah kita melakukan transaksi barter dan atau kita bertransaksi dengan mempergunakan voucher dan koin tersebut? Saya rasa tidak ada masalah, karena untuk membuat komoditi dinar dan dirham tersebut mereka juga telah membelinya terlebih dahulu dengan mempergunakan Rupiah," ujarnya.

"Untuk menjawabnya saya jelas tidak tahu. Tapi, menurut saya, apa yang mereka lakukan tidak masuk ke dalam kategori mempergunakan mata uang asing. Tapi adalah masuk ke dalam kategori transaksi yang menggunakan sistem barter atau voucher atau coin, di mana komoditi emas (dinar) dan perak (dirham) yang mereka miliki mereka tukarkan dan atau barterkan dengan komoditi-komoditi serta jasa yang mereka inginkan. Pertanyaannya salahkah hal demikian?" pungkasnya.


Tangkap Pendiri Pasar Muamalah Depok, Polisi: Ia Cari Keuntungan 2,5 Persen

SKB 3 Menteri Soal Seragam Sudah Benar, Ferdinand ke Waketum MUI: Jangan Diusik!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati