logo


Tak Masalah dengan Pasar Muamalah Depok, Muhammadiyah Anggap Dinar Dirham Seperti Voucher

Muhammadiyah sebut tidak ada yang salah apabila bertransaksi menggunakan dinar dan dirham, apalagi untuk mendapatkannya menggunakan mata uang rupiah.

8 Februari 2021 19:21 WIB

Anwar Abbas
Anwar Abbas Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menilai tidak ada yang salah dengan Pasar Muamalah Depok, Jawa Barat yang menggunakan dinar dan dirham sebagai alat transaksi. Pasalnya, dinar dan dirham bukan mata uang resmi suatu negara.

Anwar Abbas lantas membandingkan penggunaan mata uang US dollar di Bali. Menurutnya, hal tersebut tidak dibenarkan karena US dollar merupakan mata uang resmi suatu negara. Sementara, dinar dan dirham yang digunakan di Pasar Muamalah Depok berbeda dengan mata uang asing.

"Menurut saya tidak sama, karena mereka yang bertransaksi di Bali tersebut mempergunakan mata uang asing yang resmi, seperti US dollar, euro, dan lain-lain. Sementara transaksi yang terjadi di Pasar Muamalah Depok tersebut tidak mempergunakan mata uang asing. Memang mereka menyebutnya dengan mata uang dinar dan dirham, tapi itu jelas bukan mata uang resmi salah satu negara di manapun di dunia ini," kata Anwar Abbas dalam keterangan resminya, Senin (8/2/2021).


Tangkap Pendiri Pasar Muamalah Depok, Polisi: Ia Cari Keuntungan 2,5 Persen

SKB 3 Menteri Soal Seragam Sudah Benar, Ferdinand ke Waketum MUI: Jangan Diusik!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati