logo


Kawal Kasus Tewasnya Herman, Demokrat: Sungguh Kontras dengan Harapan Kapolri, Jika Benar Adanya

Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengaku siap mengawal kasus tersebut sampai tuntas. Ia ingin kasus tersebut ditindaklanjuti secara transparan tanpa pandang bulu.

8 Februari 2021 15:30 WIB

Didik Mukrianto.
Didik Mukrianto. demokrat.or.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto turut menyoroti kasus tewasnya Herman tahanan Polresta Balikpapan yang diduga mendapat penyiksaan. Ia mengatakan apabila tewasnya Herman benar karena penyiksaan maka hal tersebut kontras dengan harapan Kapolri Listyo Sigit yang hendak mentransformasi Polri yang presisi.

"Kasus Herman ini apabila benar adanya karena penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan aparat, tentu selain mencoreng wajah penegakan hukum kita, juga menjadi potret buruk tanggung jawab Polri dalam memberikan pengayoman dan perlindungan kepada masyarakat," kata Didik Mukrianto kepada wartawan, Senin (8/2/2021).

"Belum lagi masyarakat sudah diyakinkan oleh Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dalam gagasan transformasi Polri yang presisi, dimana beliau ingin mewujudkan keadilan yang memastikan hukum tidak tajam ke bawah tumpul ke atas. Sungguh kontras apa yang diharapkan Kapolri dengan perilaku oknum aparatnya, jika benar adanya," sambungnya.


Soal Isu Kudeta AHY, Demokrat Tuding Buzzer Ikut Campur

Didik mengaku siap mengawal kasus tersebut sampai tuntas. Ia ingin kasus tersebut ditindaklanjuti secara transparan tanpa pandang bulu.

"Kami, segenap anggota Komisi III Fraksi Demokrat DPR RI menaruh atensi tinggi dan mengawal terwujudnya keadilan dalam kasus ini. Tidak ada sedikitpun ruang dan alasan yang dibenarkan untuk merenggut hak masyarakat secara semena-mena, apalagi dilakukan oleh aparat negara dengan cara-cara yang melanggar hukum dan melanggar hak, termasuk mengabaikan dan melanggar HAM," ujarnya.

"Keadilan untuk semua! Bukan hanya milik segelintir orang, kelompok termasuk pemegang kekuasaan atau kewenangan. Penegakan hukum tidak boleh dilakukan secara tebang pilih dan pandang bulu, harus dilakukan secara independen, transparan, profesional, akuntable dan imparsial," pungkasnya.

Ingatkan Tengku Zulkarnain Soal Kritiknya, Ferdinand: Sudah Berisi atau Cuma Caci Maki?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati