logo


Soal 2 Juta Data Belum Tercatat, Jubir Luhut Sebut Bukan Kasus Positif Covid-19

Luhut Binsar Pandjaitan dalam diskusi virtual menyebut hampir dua juta data atau mungkin lebih belum tercatat dalam data nasional penanganan pandemi.

6 Februari 2021 15:15 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam diskusi virtual menyebut hampir dua juta data atau mungkin lebih belum tercatat dalam data nasional penanganan pandemi.

Juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, menjelaskan bahwa dua juta yang dimaksud bukan kasus positif Covid-19 yang ditutupi tapi kasus negatif yang belum dilaporkan.

"Sebenarnya bukan 2 juta kasus positif yang belum masuk, tetapi ada banyak hasil tes negatif yang tertunda untuk dilaporkan oleh laboratorium. Karena jumlah tes yang besar dan tenaga entry terbatas, laboratorium cenderung lebih dahulu melaporkan hasil positif agar bisa segera ditindaklanjuti," kata Jodi dalam keterangannya, Sabtu (6/2).


Awas, Serangan Siber dan Malware Menyebar Luas Bersama Virus Covid-19

Jodi menyebut ada beberapa pihak yang salah paham dengan pernyataan Luhut tersebut. Jodi mengatakan bahwa yang dimaksud Luhut adalah dua juta data tersebut akan membuat angka positivity rate mengalami penurunan jika sudah tercatat.

"Jadi ketika data tersebut nanti sudah terintegrasi dan dimasukkan, angka positivity rate juga akan turun karena memang banyak data kasus negatif yang tertunda untuk dilaporkan sebelumnya," ujar Jodi.

Jodi mengatakan bahwa Luhut melihat pandemi ini sebagai momentum pemerintah memperbaiki sistem database.

"Memang ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Tapi Menko Luhut melihat pandemi ini sebagai momentum yang tepat bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem database kita, bukan hanya di bidang kesehatan, tapi lainnya juga supaya kita bisa punya sistem manajemen data yang baik," ungkap Jodi.

Pakar WHO dari Rusia Sebut Kecil Kemungkinan Ada Kebocoran di Laboratorium Virus Wuhan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata