logo


Heboh Dosen Makassar Minta Bunga, Kemenag: Tolong Rektor Cek Kode Etiknya!

Kemenag mengatakan bahwa membawa bunga saat konsultasi skripsi tidak dilarang apabila berhubungan dengan akademik

6 Februari 2021 06:30 WIB

aglaonema
aglaonema ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Baru-baru ini beredar informasi yang menyebutkan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudin Makassar mewajibkan mahasiswa bimbingannya membawa bunga saat berkonsultasi. Apabila, mahasiswa tidak membawa bunga seperti yang dimaksud, maka konsultasi dibatalkan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Suyitno meminta kepada Rektor UIN Alaudin Makassar menegur dosen yang mewajibkan mahasiswa membawa bunga saat konsultasi skripi. Ia minta dosen tersebut diingatkan tentang kode etik dosen.

"Meminta rektor ingatkan dosen yang bersangkutan, ingatkan rambu-rambu kode etik dosennya. Rektor kita minta cek kode etik dosen dan kode etik akademiknya. Yang gini-gini cukup urusan rektor," kata Suyitno seperti dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (5/1).


Kemenag Persiapkan Ibadah Haji 2021, Ini Kriteria Jemaah yang Akan Diberangkatkan

Suyitno mengatakan bahwa membawa bunga saat konsultasi skripsi tidak dilarang apabila berhubungan dengan akademik. Namun, apabila kewajiban tersebut dilakukan dengan tujuan komersil maka tidak diperkenankan.

"Sepanjang untuk kepentingan akademik dan untuk praktikum saya memahami. Tapi kalau nonakademik, untuk tujuan komersialisasi, itu tak diperbolehkan," ujarnya.

"Kalau memang di luar akademik harus diingatkan saja. Supaya langkah-langkah yang semacam itu enggak mendidik. Beda mungkin kalau konteksnya itu untuk kepentingan akademik," pungkasnya.

Dianggap Buzzer, Begini Respons Henry Subiakto

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×