logo


Awas, Serangan Siber dan Malware Menyebar Luas Bersama Virus Covid-19

Pakar siber Rusia mengatakan bahwa jumlah serangan siber meningkat selama masa pandemi

5 Februari 2021 19:30 WIB

Serangan Siber
Serangan Siber RT.com

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Nikolay Murashov, Wakil Direktur Pusat Koordinasi siber Nasional Rusia pada Kamis (4/2) mengatakan bahwa wabah Covid-19 berkontribusi terhadap meningkatnya aksi kejahatan siber.

"Epidemi telah berkontribusi pada peningkatan ketegangan di ruang informasi," katanya dikutip RT.com.

Bandit online, lanjutnya, telah memanfaatkan "saluran akses jarak jauh yang tidak memiliki perlindungan secara memadai dan mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak yang digunakan dalam kondisi kerja jarak jauh".


Kuwait Blokir Perjalanan Internasional Selama Dua Pekan

Dia menambahkan bahwa sepanjang 2020, atau selama pandemi Covid-19, jumlah serangan siber terhadap organisasi pemerintah, universitas, dan perguruan tinggi telah meningkat. Secara umum, kata Murashov, penjahat dunia maya bertujuan mengganggu kemampuan organisasi untuk tetap beroperasi dari jarak jauh guna mencegah penyebaran virus.

Selain itu, serangan siber juga dilakukan untuk "mendapatkan akses ke informasi rahasia, data pribadi, dan nomor kartu kredit." Yang mengkhawatirkan, pihaknya juga terpaksa bekerja untuk menahan sejumlah serangan terhadap fasilitas infrastruktur vital, baik di Rusia maupun di luar negeri.

Karena negara-negara maju dengan cepat memindahkan seluruh sektor secara online, mulai dari sektor industri hingga konsultasi dokter, yang mana itu menjadi rute baru ke dalam sistem yang sensitif terbuka.

Banyak pekerja, yang tidak memiliki akses ke laptop perusahaan, diminta untuk masuk dari perangkat mereka sendiri. Hal itu juga membuka kemungkinan "pintu belakang" bagi mereka yang ingin menyelinap masuk dan melakukan pencurian dari server bisnis.

Meski Masih Buka Kerja Sama dengan China, tapi Kebijakan AS soal Taiwan Tidak Akan Berubah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia