logo


Wacana Lockdown Akhir Pekan, Muhadjir Ingatkan Kebijakan Bukan untuk Keren-kerenan

Istilah 'lockdown' tidak tercantum dalam UU Kekarantinaan Kesehatan.

5 Februari 2021 17:10 WIB

Muhadjir Effendy
Muhadjir Effendy Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menko PMK Muhadjir Effendy angkat bicara soal wacana lockdown akhir pekan yang mengemuka seiring melonjaknya kasus Covid-19. Dia mengingatkan bahwa kebijakan itu bukan untuk keren-kerenan.

"Saya tidak terlalu paham dengan usulan lockdown akhir pekan itu. Sebaiknya kalau bicara yang berkaitan dengan kebijakan harus berdasarkan undang-undang ataupun produk aturan turunannya, karena kebijakan itu harus dipertanggungjawabkan bukan untuk keren-kerenan," ujarnya, dikutip dari detik.com, Jumat (5/2).

Muhadjir menyebut istilah 'lockdown' tidak tercantum dalam UU Kekarantinaan Kesehatan. Dia pun menjelaskan aturan PSBB yang fleksibel karena bisa disesuaikan dengan kondisi.


Ragukan Lockdown Akhir Pekan, PDIP: PSBB Ketat Aja Tidak Mampu

"Di dalam UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, yang diatur adalah Karantina dengan segala macam jenis dan lingkupnya serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan tidak dikenal istilah 'lockdown'," terang dia.

"Sedang PSBB itu luwes, bisa dibikin longgar bisa dibikin super ketat, misalnya sama sekali tidak boleh ada pergerakan orang pun bisa disebut PSBB. Jadi menurut pemahaman saya, yang dimaksud lockdown akhir pekan itu ya PSBB juga. Kalau lockdown itu artinya lebih mendekati ke karantina, walaupun tidak persis," tukasnya.

Soal Lockdown Jakarta, PDIP: Jangan Sibuk Berwacana, PPKM Sebaiknya Dimaksimalkan

Halaman: 
Penulis : Iskandar