logo


Sebut SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sesat, Novel PA 212: Sudah Terbaca Agenda Jauhkan Islam dari Umatnya

Peran Wapres Maruf Amin sebagai kiai tidak bisa diharapkan lagi.

5 Februari 2021 15:45 WIB

Habib Novel Bamukmin.
Habib Novel Bamukmin. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah menerbitkan surat keputusan bersama (SKB) terkait penggunaan seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah dasar dan menengah negeri.

Menurut SKB itu, peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan berhak memilih antara seragam dan atribut tanpa kekhususan agama, maupun seragam dan atribut dengan kekhususan agama.

Lewat SKB itu juga, pemerintah daerah dan kepala sekolah diminta untuk mencabut aturan yang mewajibkan atau melarang pengenaan seragam dan atribut dengan kekhususan agama.


Kapolri Harus Berani, Novel Bamukmin Berharap Listyo Sigit Bebaskan Rizieq Shihab

Menanggapi hal itu, Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin menilai aturan yang dikeluarkan tiga menteri tersebut merupakan rangkaian agenda menjauhkan Islam dari umatnya.

“Bukan rezim ini kalau bukan Islamophobia sudah terbaca rangkaian agenda menjauhkan islam dari umatnya,” kata Novel, sebagaimana dikutip dari Pojoksatu.id, Jumat (5/2).

Novel menyebut peran Wapres Maruf Amin sebagai kiai tidak bisa diharapkan lagi. Padahal, menurut dia, SKB tiga menteri itu jelas menjemurus kepada aturan yang sesat.

“Wapres yang kiai ini tidak bisa berbuat apa- apa, justru terkesan menyetujui langkah sesat oleh peraturan tiga menteri tersebut,” cetusnya.

Sindir Pemerintah, Rizal Ramli: Islam-Phobia Digencarkan, Ketika Kesulitan Keuangan Merayu Umat

Halaman: 
Penulis : Iskandar