logo


Genjot Produksi Jagung dengan IP400

19 Maret 2014 15:38 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Upaya memenuhi kebutuhan pangan untuk mengimbangi laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,36% per tahun tidak mudah. Salah satu terobosan untuk memenuhi kebutuhan pangan itu dilakukan Balai Penelitian Tanaman Serealia. Balai penelitian pertanian di Maros Sulawesi Selatan itu sukses menerapkan pola budidaya penanaman IP400 jagung di lahan kering. 

Pola penanaman IP400 jagung diaplikasi dengan melakukan 4 kali penanaman selama satu tahun (365 hari). Pada saat penanaman itu dilakukan penanaman sisip (relay planting) 15 hari sebelum panen pertama jagung di hari ke-100. Penerapan IP400 jagung memang menghemat ongkos produksi karena pengolahan tanah cukup satu kali pada saat penanaman pertama. Penanaman berikutnya ke-2 sampai ke-4 tidak memerlukan pengolahan tanah lagi. 

Keberhasilan penanaman sisip pada IP400 jagung bergantung pula kepada pengaturan tanam. Cara tanam yang cocok adalah legowo. Penanaman legowo menggunakan jarak tanam sempit, sekitar 50 cm untuk setiap 2 baris tanaman dan dikombinasi jarak tanam lebar sekitar 100 cm untuk barisan tanaman berikutnya. Jarak tanam dalam barisan sekitar 20 cm. Dengan legowo populasi jagung per hektar mencapai 66.666 tanaman. 

Keberhasilan tumbuh tanaman sisip perlu dikontrol. Pada saat tanaman sisip berumur 7-10 hari, daun tanaman jagung pada budidaya jagung pertama perlu dipangkas sehingga pengeringan tongkol bisa lebih cepat. Perlakuan itu akan memberi peluang bagi tanaman sisip mendapatkan sinar matahari untuk tumbuh besar. Secara umum penerapan IP400 jagung di lahan kering memberikan hasil produksi tinggi, mencapai 40 ton/ha/tahun. Jumlah itu diperoleh dengan mengkombinasikan penanaman jagung komposit (90 hari; 7 ton/ha) dan jagung hibrida (100 hari; 10 ton/ha).

Kenapa pupuk subsidi perlu dihapus?

Halaman: 
Penulis :