logo


Tingkat Infeksi Covid-19 Masih Tinggi, PM Inggris Tetap Bakal Longgarkan Lockdown Bulan Ini

PM Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa pihaknya akan melonggarkan aturan pembatasan sosial berskala besar meski tingkat infeksi Covid-19 di Inggris sementara ini masih tinggi

4 Februari 2021 19:30 WIB

PM Inggris Boris Johnson
PM Inggris Boris Johnson istimewa

LONDON, JITUNEWS.COM - PM Boris Johnson memperingatkan bahwa tingkat penularan Covid-19 di Inggris masih tetap tinggi meski lebih dari 10 juta warga Inggris sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Johnson mengatakan bahwa hampir 90 persen kelompok warga berusia 75 tahun ke atas sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dan kini pemerintah Inggris berupaya mendistribusikan 400 juta dosis vaksin kepada masyarakat Inggris lainnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun jumlah penambahan kasus harian sudah menurun, namun sistem layanan kesehatan di Inggris masih belum lepas dari tekanan mengingat lebih dari 32 ribu warganya saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat infeksi Covid-19.


CDC AS Sebut Sekolah Dapat kembali Dibuka Meski Guru Belum Divaksinasi

"Saya sangat menyesal untuk mengatakan bahwa kita telah kehilangan 1,322 jiwa lagi dalam 24 jam," kata Boris Johnson dalam konferensi pers pada Rabu (3/2), dikutip RT.com.

Kendati demikian, namun Johnson mengatakan bahwa pihaknya akan melonggarkan aturan lockdown nasional ketiga Inggris pada 22 Februari mendatang, dan akan membuka kembali fasilitas sekolah mulai 8 Maret jika situasi sudah memungkinkan.

Meski aturan lockdown nantinya dilonggarkan, namun pembatasan perjalanan internasional menuju Inggris masih tetap dipertahankan guna mencegah masuknya varian baru virus Corona dari luar negeri.

Namun, editor kantor berita Daily Mirror mengatakan jika seorang sumber telah memberitahunya bahwa klaim Boris Johnson terkait pembatasan wilayah perbatasan tersebut tidak benar.

Pasokan Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Bermasalah, Italia Tertarik Gunakan Vaksin Buatan Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia