logo


CDC AS Sebut Sekolah Dapat kembali Dibuka Meski Guru Belum Divaksinasi

Direktur CDC AS menyarankan bahwa fasilitas sekolah di Amerika Serikat sudah dapat kembali dibuka meski staf guru belum mendapat suntikan vaksin Covid-19

4 Februari 2021 18:30 WIB

Ilustrasi Sekolah
Ilustrasi Sekolah istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular AS (CDC) pada Rabu (3/2) menegaskan bahwa sekolah-sekolah AS dapat dibuka kembali dengan aman bahkan jika para guru belum menerima suntikan vaksin virus corona.

“Vaksinasi guru bukanlah prasyarat untuk pembukaan kembali sekolah secara aman,” kata Direktur CDC Rochelle Walensky dikutip The Guardian.

Penasihat kesehatan pemerintah AS Anthony Fauci menyarankan kepada warga masyarakat untuk menggunakan dua lapis masker untuk meningkatkan perlindungan terhadap penularan virus Covid-19.


Irak Keluarkan Surat Penangkapan Donald Trump, Begini Reaksi Iran

Jeff Zients, Kepala Satgas Penanganan Covid-19 AS mengatakan bahwa AS saat ini telah mencapai titik dimana rata-rata jumlah warga yang mendapat vaksin Covid-19 setiap harinya mencapai 1,3 juta jiwa.

"Kita berada di jalur yang sesuai dengan rencana presiden (Joe Biden) 100 juta suntikan vaksin dalam seratus hari," kata Zients.

Sementara itu, penambahan kasus Covid-19 dan tingkat okupansi rumah sakit di AS belakangan ini sudah mengalami tren penurunan.

Meski demikian, Walensky memperingatkan bahwa varian baru COvid-19 yang mulai menyebar di wilayah AS berpotensi menghentikan tren positif tersebut. Walensky juga mengutip data CDC yang menunjukkan bahwa sosial distancing dan penggunaan masker secara signifikan mampu menurunkan penyebaran virus Covid-19, termasuk di lingkungan sekolah.

Jaksa wilayah San Francisco Dennis Herrera yang mendapat dukungan dari walikota London Breed, juga telah mengumumkan bahwa dirinya telah menggugat Dinas Pendidikan San Fransisco terkait penutupan fasilitas pendidikan selama tahun ajaran 2020.

"Tidak ada satupun siswa di sekolah umum San Fransisco yang menginjakkan kakinya di dalam kelas dalam waktu 347 hari," kata Herrera dalam konferensi pers.

Ia menyebut penutupan fasilitas pendidikan sebagai tindakan yang memalukan dan melanggar hukum.

"Lebih dari 54 ribu anak didik di San Fransisco saat ini tengah menderita. Mereka telah berubah menjadi Zombie karena sekolah online," tambahnya.

Pentagon Bekukan Rencana Donald Trump Tarik Pasukan AS dari Jerman

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×