logo


Jokowi Minta Standarisasi Masker, PKS: Sangat Terlambat

Presiden Joko Widodo meminta ada standarisasi masker agar efektif mencegah penularan Covid-19

4 Februari 2021 09:45 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati
Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati dok jitunews/khairul anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo meminta ada standarisasi masker agar efektif mencegah penularan Covid-19. Ketua DPP PKS, Kurniasih Mufidayati, menilai bahwa standarisasi masker tersebut terlambat sekarang.

"Standarisasi masker harusnya sudah dilakukan sejak awal diterapkannya 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun). Kenapa nggak ada standarisasi selama ini? Sangat terlambat. Kalau memang selama ini belum ada standar, ya besok harus ada standarnya," kata Kurniasih kepada wartawan, Rabu (3/2).

Menurutnya, masker yang digunakan harus sesuai standar kesehatan agar bisa melindungi diri dari penularan corona.


Ruhut: Saya Minta AHY, Jangan Childish, Jangan Apa-apa Ngadu ke Jokowi

"Tentu saja masker yang digunakan masyarakat harus sesuai kriteria kesehatan, sehingga bisa secara maksimal melindungi masyarakat," katanya.

Anggota Komisi IX DPR RI ini meminta pemerintah untuk mengantisipasi kerugian produsen yang sudah memproduksi masker secara massal.

"Walau sudah sangat terlambat, terhadap masker yang sudah beredar di pasaran, maka pemerintah harus ikut tanggung jawab mengantisipasi potensi kerugiannya. Khususnya untuk produsen yang UMKM dan diproduk secara resmi ya, karena kan kasihan juga. Ini kan kesalahan pemerintah baru mau keluarkan standar setelah hampir 1 tahun pandemi terjadi di Indonesia. Aneh banget," katanya.

Kurniasih meminta pemerintah untuk melakukan sosialiasi secara masif terkait standarisasi masker.

"Masker yang terstandar ini kemudian disampaikan kepada semua stakeholder dan masyarakat secara masif dan segera. Akan lebih bagus jika pemerintah menyediakan masker yang memenuhi kriteria kesehatan. Juga harus terus disosialisasikan cara menggunakan masker yang benar," kata Kurniasih.

Gak Ada Untungnya Kudeta Demokrat, Denny Siregar: Tahun 2024 Nanti Habis Sendiri

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata