logo


Penanganan Covid-19, Kominfo Tambahkan Fitur Registrasi Vaksin di Aplikasi PeduliLindungi

Dalam aplikasi PeduliLindungi, Kementerian Kominfo telah menambahkan fitur registrasi Vaksin dan sertifikat Vaksin.

3 Februari 2021 12:50 WIB

Sekjen NasDem, Johnny G Plate
Sekjen NasDem, Johnny G Plate Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kementerian Kominfo dalam penanganan pandemi Covid-19 telah mengembangkan aplikasi PeduliLindungi.

Dalam aplikasi PeduliLindungi, Kementerian Kominfo telah menambahkan fitur registrasi Vaksin dan sertifikat Vaksin.

“Diantaranya penambahan fitur registrasi Vaksin dan sertifikat Vaksin pada aplikasi PeduliLindungi, berupa registrasi penerima Vaksin dan akan memperoleh sertifikat Vaksin secara digital di dalam aplikasi,” ungkapnya dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Senin,(1/2/2021).


Politikus Gerindra: Perubahan PSBB ke PPKM Terkesan Hanya Sekadar Jargon

Menteri Johnny menyontohkan pada tanggal 20 Januari 2021 telah menjalani Vaksinasi Covid-19 tahap pertama. Setelah divaksin kemudian menerima informasi vaksinasi melalui aplikasi PeduliLindungi.

Dia mengungkapkan telah melakukan vaksinasi tahap kedua. Dan secara digital sertifikat akan dikeluarkan di aplikasi yang saat ini dapat diunduh melalui  App Store untuk iOS dan Google Play Store untuk android itu.

“Kami tentu berharap mengingat pentingnya aplikasi ini dan telah dilakukan beberapa kali peningkatan fitur-fitur untuk kepentingan dukungan penanganan Vaksin Covid-19, maka melalui forum yang terhormat ini saya tentu berharap kerja bersama-sama dengan Komisi I untuk melakukan sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat sehingga bisa memanfaatkan dan menggunakan aplikasi ini untuk membantu Indonesia dalam memutus rantai Covid-19, sekaligus membuka ruang bagi kita bersama untuk melaksanakan pemulihan ekonomi nasional kita,” ungkapnya.

Selain itu, Kementerian Kominfo juga menyediakan akses pendaftaran vaksinasi berupa kanal Chatbot WhatsApp pada tautan bit.ly/vaksincovidRI atau melalui nomor 081110500567.

Menteri Johnny menjelaskan bahwa kanal itu akan memudahkan tenaga kesehatan (nakes) untuk melakukan input data penerima Vaksinasi Covid-19 serta melakukan registrasi di mana saja.

“Jadi metode dalam rangka pendataan dilakukan dalam dua jalur, basis utamanya dilakukan secara digital. Namun demikian secara offline apabila masih terdapat masyarakat yang belum melakukan pendaftaran atau belum respon apa yang sudah terdata secara online, maka petugas lapangan di pemukiman masyarakat baik itu oleh Babimsa maupun Babimkamtibmas, serta dibantu oleh pemerintah daerah untuk dilakukan pendekatan perorangan dalam rangka mensukseskan Vaksin Covid-19,” jelasnya.

Mengenai Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19, Menteri Johnny menjelaskan bahwa fleksibilitas SISD itu mengintegrasikan berbagai data dari sumber kementerian, lembaga maupun operator telekomunikasi untuk tahap pendaftaran, tahap distribusi dan tahap pelaksanaan hingga monitoring pelaksanaan Vaksinasi.

“Dan mengintegrasikan berbagai aplikasi untuk pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, diantaranya aplikasi PeduliLindungi Kominfo dan Kementerian BUMN untuk registrasi ulang, PrimaryCare dari BPJS Kesehatan untuk pencatatan dan pelaporan Vaksinasi, dan aplikasi SMILE dari Kemenkes untuk meminitoring distribusi Vaksinasi, ditambah aplikasi yang dimiliki oleh Bio Farma sendiri untuk mendukung dan menunjang distribusi,” tuturnya.

Menteri Johnny menegaskan bahwa Kementerian Kominfo terus mengupayakan perbaikan SISD Vaksinasi Covid-19 agar lebih efisien.

“Salah satu evaluasi pelaksanaan Vaksinasi tahap pertama kemarin adalah masih banyak nakes yang belum melakukan registrasi ulang,” ujarnya.

Menurut Menteri Kominfo saat ini sudah berlangsung pembaharuan data pada SISD Vaksinasi Covid-19 dan telah berhasil diterbitkan 980 ribu tiket vaksinasi tenaga kesehatan.

Selain itu, Kementerian Kominfo juga melakukan peningkatan fleksibilitas SISD Vaksinasi Covid-19 melalui dua upaya.

“Yang pertama mengirimkan tiket Vaksinasi langsung ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota terkait, dan yang kedua mengembangkan aplikasi primaryCare agar jadwal Vaksinasi bisa disesuaikan sesuai situasi dan kondisi, tidak hanya terpaku pada satu fasyankes dengan jadwal tertentu saja,” pungkasnya.

Wagub DKI Jakarta: PPKM Memang Hasilnya Belum Memuaskan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar