logo


FOSBBI Dorong Industri Keramik Porcelain Nasional Bertransformasi

Ketua Umum FOSBBI mengatakan bahwa jumlah permintaan keramik di Indonesia sangat tinggi sementara bahan bakunya sejauh ini masih harus diimpor dari luar negeri.

2 Februari 2021 20:04 WIB

Ketua Umum FOSBBI, Antonius Tan
Ketua Umum FOSBBI, Antonius Tan dok jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Forum Suplier Bahan Bangunan Indonesia (FOSBBI) mendorong industri keramik nasional untuk bertransformasi, seiring dengan pertumbuhan sektor properti yang mulai menggeliat.

Kebangkitan sektor properti itu tercermin dari perusahaan properti dan infrastruktur yang memulai kembali pembangunan properti, gedung perkantoran dan infrastruktur lainnya.

Kebutuhan bahan bangunan pun semakin bertambah, terutama keramik premium seperti Porceline Tile yang spesifikasinya dibutuhkan untuk pembangunan gedung bertingkat dan rumah. Sayangnya meningkatnya demand tidak berbanding lurus dengan Supply.


Ambil Alih Posisi Huawei, Apple Jadi Produsen Smartphone Terlaris Kedua Tahun 2020

Ketua Umum FOSBBI, Antonius Tan mengatakan, Kapasitas untuk jenis porceline tile sebanyak 160 juta m²/Tahun, sedangkan 60 juta m² diantaranya dapat dipenuhi oleh industri keramik dalam negeri.

Dari catatan FOSBBI, sejauh ini baru sebanyak 10 industri dari 39 produsen keramik yang mampu membuat porceline tile. pembuatan Porceline tile membutuhkan bahan baku white clay yang harus diimpor sehingga membuat produksi masih belum berkembang.

"Padahal semua bangunan baru perumahan baik itu mall, perkantoran semuanya itu sudah menggunakan porceline tile karena presisi ukuran dan kecantikan dan lifestyle nya sudah digunakan," ujar Antonius Tan, Selasa (2/2/2021).

Dengan kebutuhan yang tinggi, FOSBBI pun mendorong adanya pengembangan pelaku industri keramik nasional. Antonius berharap ada peningkatan kapasitas dari pelaku usaha, seperti meningkatkan produksi dan peningkatan tekonologi untuk membuat Porceline tile yang pasarnya akan semakin berkembang seiring berkembangnya sektor properti dan infrastruktur.

Terlebih, dengan arahan pemerintah untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk infrastruktur yang dibangun pemerintah, mayoritas Porceline Tile dibutuhkan untuk digunakan dalam pembangunan infrastruktur strategis seperti bandara hingga gedung perkantoran pemerintah.

"Kalau tidak ada dari dalam kita akan coba pasok dari luar, untuk memenuhi berkesinambungan. Kalau di dalam sudah cukup dan pelaku industri berinovasi mengganti mesin dan sebaginya, kami lebih senang karena ambil dari produksi dalam negeri," ungkap Antonius Tan.

Atas dasar itu, FOSBBI, kata Antonius, meminta kepada pemerintah agar dapat mencabut safeguard terhadap impor porcelain tile yang saat ini sudah sampai 40 persen. Safeguard itu dinilai membuat porcelain tile impor tidak bisa bersaing.

"Kami ingin pemerintah mencabut safeguard itu, karena dari segi harga tidak bisa bersaing di pasaran," tuturnya.

Disisi lain, dengan adanya peluang market yang diprediksi akan semakin berkembang, lanjut Antonius, FOSBBI berkomitmen membantu memacu pelaku produsen untuk inovasi, mengajak investor untuk berinvestasi di sektor industri keramik dan menjadi mitra membangun industri keramik baik porceline tile dan non-porceline yang dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja.

"Kita mau mengajak investor dari luar untuk berinvestasi di Indonesia karena Market akan berkembang. dengan adanya ini kami berharap dapat membantu pemerintah untuk meningkatkan lapangan kerja maupun investasi di dalam negeri," pungkas Antonius Tan.

Nggak Ada Nomer 4, ASUS Langsung Keluarkan ROG Phone 5

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia