logo


Dipolisikan karena Diduga Hina Suku Minang, Natalius Pigai Tanggapi Begini

Pigai mengomentari secara fakta terhadap apa yang Puan sampaikan.

2 Februari 2021 10:45 WIB

Natalius Pigai
Natalius Pigai Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan tindakan rasisme terhadap suku Minang lewat media sosial. Pigai mempertanyakan unsur pidana yang bakal ditimpakan padanya.

"Mana pidananya? Saya tulis jika dianalisis. Opini atau analisis tidak bisa diadili. Saya punya kapasitas menganalisis karena saya aktivis civil society Indonesia," kata Natalius Pigai kepada wartawan, Selasa (2/2).

Pigai lantas menunjukkan kicauan di Twitter yang menjadi materi laporan. Dalam cuitan itu, dia menanggapi berita yang memuat pertanyaan Ketua DPP PDIP Puan Maharani tentang 'Semoga Sumbar dukung negara Pancasila'.


Bantah Tak Layani Pelapor Pigai, Polisi: Surat Belum Lengkap

“Jk dianalisis: 1. Minang Anti Pancasila. 2. Minang jgn mimpi jd Presiden krn mrk labeli tdk Pancasilais. 3. Bro Fadli Zon harapanmu jd Presiden sdh ditutup. Mrk Kandangkan Minang sbg PARASIT ngr spt yg dilakukan Hitler pd Jahudi. KEJAM! Kekerasan Verbal,” bunyi cuitan Pigai.

Menurutnya, analisis terhadap pernyataan Puan itu merupakan perandaian. Dia mengaku mengomentari ucapan Ketua DPR RI itu.

"Jika tidak Pancasilais, maka mana bisa jadi Presiden Indonesia siapa. Dan itu saya komentari secara fakta terhadap apa yang Puan sampaikan," kata dia.

"Saya menganalisis pandangan Puan Maharani. Harusnya mereka pidanakan Ibu Puan, bukan yang menganalisisnya, apalagi saya dengar umpama. Jika tidak Pancasilais, maka tidak bisa jadi Presiden," lanjutnya.

Pigai berharap polisi bisa profesional dalam menangani kasus ini. "Iya polisi kan pintar dan profesional, juga diawasi oleh Propam dan Kompolnas serta bangsa Indonesia jadi tidak mungkin tidak profesional," ujarnya.

Mengaku sering jadi korban rasisme, Pigai menyebut banyak orang yang marah atas perlakuan tersebut.

"Apalagi saya korban hampir jutaan rasisme kok diadili sebagai pelaku rasisme. Jangankan orang saya, bisa saja dunia juga akan marah," tegasnya.

Tak Main-main, Segini Jumlah Pengacara yang Disiapkan Demi Jaga Abu Janda

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×