logo


Tanggapi Pemuda Muhammadiyah, Abu Janda: Nggak Bisa Penegak Hukum Dipaksa oleh Tekanan Publik

Abu Janda menegaskan bahwa penegakan hukum tidak bisa ditekan oleh masyarakat.

31 Januari 2021 19:23 WIB

Permadi Arya alias Abu Janda
Permadi Arya alias Abu Janda Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemuda Muhammadiyah meminta Bareskrim Polri segera menangkap Permadi Arya alias Abu Janda. Menurut mereka, cuitan Abu Janda yang menyebut Islam Arogan dapat memecah belah umat.

Menanggapi hal tersebut, Abu Janda menegaskan bahwa ia tidak pernah mengatakan bahwa Islam adalah agama yang arogan.

"Aku tidak pernah ngomong 'Islam Arogan'. Aku ini memang dari kemarin kena framing, padahal aku nggak pernah bilang 'Islam Arogan'. Jadi kenapa abang-abang di Pemuda Muhammadiyah, ya mereka reaktif sama apa namanya, mungkin berita-berita gitu kan. Padahal nggak seperti itu," kata Abu Janda seperti dilansir detikcom, Minggu (31/1/2021).


Klaim Kiai NU Maafkan Abu Janda Soal Islam Arogan, BKN: Tidak Ada Niatan Hina Islam

Abu Janda mengatakan permintaan Pemuda Muhammadiyah untuk segera menangkapnya adalah hak mereka. Namun ia menegaskan bahwa penegakan hukum tidak bisa ditekan oleh masyarakat.

"Ya itu hak mereka kalau misalnya mereka reaktif sama satu headline dari berita. Tapi besok, urusan apa namanya, penegakan hukum ya kita serahkan proses hukumnyalah. Nggak bisa lho penegakan hukum dipaksakan oleh tekanan publik nggak bisa dong, harus objektif kan," ujarnya.

Ngaku Tak Kenal Abu Janda, Yenny Wahid: Tapi Islam yang Saya Kenal Mengasihi Sesama

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati