logo


Tak Masalah Dilaporkan Soal Dugaan Hina Suku Jawa, Pigai: Itu Abstrak, Tidak Bisa Diproses

Pigai menilai bahwa pernyataanya tidak bisa dipidanakan karena tidak merujuk pada sebuah suku di Indonesia.

31 Januari 2021 15:07 WIB

Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai.
Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Komisioner HAM, Natalius Pigai tak ambil pusing terkait laporan yang dilayangkan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK) kepadanya terkait kasus rasisme yang diduga menghina suku Jawa.

Pigai mengatakan bahwa pernyataannya yang menyebut suku di luar Jawa suku babu dan etnis Jawa sebagai etnis tirani adalah bentuk kritik terhadap pemerintah.

"Saya tidak perlu kasih komentar. Video itu 16 menit, yang mereka ambil cuma 33 detik. Yang saya hina itu bagian mana? Di dalamnya saya mengkritik, saya berikan saran," kata Pigai seperti dilansir CNNIndonesia.com, Minggu (31/1/2021).


Slamet Maarif Soal Pelaporan Abu Janda: Saatnya Polisi Buktikan Tak Ada yang Kebal Hukum

Pigai menilai bahwa pernyataanya tidak bisa dipidanakan karena tidak merujuk pada sebuah suku di Indonesia.

"Itu kalimatnya mempertanyakan tidak bisa dipidana. Istilah luar Jawa itu ada 702 suku. Luar Jawa yang bagaimana? Di dalam hukum pidana, yang abstrak itu tidak bisa diproses. Jadi, apa yang mereka lakukan itu mencari-cari kesalahan saya," ujarnya.

"Namanya suku Jawa itu banyak, ada Sunda, Banten, Samin, Madura, Jawa Timur, Tengah, Barat. Sebutan suku Jawa itu abstrak, saya tidak menyerang langsung siapa karena tinggal di pulau Jawa itu banyak," tandasnya.

Black Lives Matter Masuk Nominasi Penerima Penghargaan Nobel Perdamaian

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×