logo


Black Lives Matter Masuk Nominasi Penerima Penghargaan Nobel Perdamaian

Seorang anggota parlemen Norwegia mengajukan gerakan anti rasisme, Black Lives Matter, sebagai salah satu kandidat penerima nobel perdamaian

30 Januari 2021 09:30 WIB

Aksi Protes Black Lives Matter
Aksi Protes Black Lives Matter istimewa

OSLO, JITUNEWS.COM - Seorang anggota parlemen Norwegia telah memasukkan gerakan anti-rasisme Black Lives Matter ke dalam daftar salah satu kandidat penerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini.

Media Inggris, The Guardian, melaporkan bahwa Petter Eide, dari Partai Kiri Sosialis Norwegia, memuji BLM karena gerakan tersebut berhasil meningkatkan kesadaran global mengenai isu rasisme dan kesetaraan manusia.

"Dengan memberikan penghargan hadiah perdamaian kepada Black Lives Matter, sebagai kekuatan global terkuat melawan ketidakadilan rasial, akan mengirimkan pesan yang kuat bahwa perdamaian adalah sesuatu yang dapat dicapai berdasar pada kesetaraan, solidaritas dan hak asasi manusia yang mana semua negara harus menghormati prinsip-prinsip dasar tersebut," kata Petter Eide dalam pernyataan tertulisnya.


Ambil Alih Posisi Huawei, Apple Jadi Produsen Smartphone Terlaris Kedua Tahun 2020

Untuk diketahui, siapa pun yang memenuhi kriteria untuk menerima penghargaan tersebut, Komite Nobel Norwegia dapat mengajukan nominasi paling lambat 1 Februari. Komite yang berbasis di Oslo tersebut akan memilih pemenang hadiah perdamaian melalui pemungutan suara mayoritas pada bulan Oktober, sedangkan Upacara penghargaan pemberian hadiah perdamaian tersebut akan diadakan di Oslo pada 10 Desember.

Gerakan BLM didirikan pada 2013, sebagai respon atas keputusan pengadilan AS membebaskan seorang pria kulit putih bersenjata yang membunuh seorang remaja laki-laki kulit hitam tak bersenjata bernama Trayvon Martin.

Anggota dan pendukung BLM di seluruh penjuru AS kemudian ikut serta dalam berbagai aksi protes menentang kebrutalan polisi, menyusul tewasnya George Floyd pada pertengahan tahun 2020.

Aksi protes BLM di AS yang banyak mendapat sorotan dari media internasional kemudian memicu gelombang aksi serupa di berbagai negara di seluruh dunia dan menjadi sebuah fenomena global.

Lawan Ancaman China, Inggris Tertarik Gabung Aliansi NATO Asia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia