logo


Wabah Belalang yang Muncul Lagi di Afrika Timur, Bisa Picu Tragedi Kemanusiaan

Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) meminta tambahan dana bantuan untuk melanjutkan upaya mereka dalam mengantisipasi terjadinya wabah belalang yang akan terjadi lagi pada tahun ini di sejumlah negara Afrika.

29 Januari 2021 13:30 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) meminta adanya tambahan bantuan senilai USD 38 juta untuk melanjutkan upaya mereka di Ethipia, Kenya dan Somalia untuk mengantisipasi munculnya kembali wabah hama belalang di Afrika Timur, yang akan merusak pertanian dan mengganggu pasokan bahan makanan.

Sebelumya, FAO mengatakan bahwa wabah invasi belalang yang terjadi di tahun 2020 lalu, telah memicu krisis pangan terburuk dalam satu dekade terakhir dimana wabah susulan jelas akan mengancam ketahanan pangan bagi lebih dari 20 juta penduduk yang berada di wilayah Afrika Timur.

FAO melaporkan bahwa belalang yang belum dewasa terus berdatangan dan menyebar melalui wilayah Ethiopia, Kenya dan Somalia, dimana pada tahun 2020 lalu, 11,9 juta warga terpaksa menghadapi kekurangan pangan. Lembaga pangan PBB tersebut mengatakan bahwa belalang muda tersebut akan semakin menyebar luas dan bereproduksi dalam jumlah yang tidak terhitung seiring dengan datangnya musim hujan beberapa pekan ke depan.


Sudah Lama Jadi Target Incaran, Komandan ISIS Irak Akhirnya Berhasil Dieliminasi

"Kawanan (belalang) itu dapat terus berlanjut ke Kenya Tengah dan mungkin beberapa kawanan dapat mencapai wilayah ekuator di sudut tenggara Sudan Selatan serta [juga] di Uganda timur," kata Keith Cressman, seorang pejabat senior di FAO, dikutip Sputniknews.

Sejauh ini, FAO telah melakukan penyemprotan pestisida di 1,6 juta hektar lahan pertanian di wilayah tersebut. Menurut Cressman, luas wilayah pertanian tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan 21 juta orang untuk satu tahun.

Kasus Infeksi Covid-19 Varian Baru Meningkat Tiga Kali Lipat, Perancis Lockdown Lagi?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia