logo


Denny Siregar: Di Indonesia Ini Susah, Ngatain Dibilang Rasis

Denny menyayangkan sahabatnya, Permadi dilaporkan polisi atas dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA.

29 Januari 2021 07:00 WIB

Denny Siregar
Denny Siregar istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda dilaporkan ke polisi oleh Komisi Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terkait dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA terhadap eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Bahkan sebelumnya, berbagai desakan agar Abu Janda ditangkap telah bergaung di media sosial. Atas ulah rasisnya ke Pigai, tagar #TangkapAbuJanda sempat jadi topik populer di Twitter.

Menanggapi hal itu, Denny Siregar yang merupakan sahabat Permadi, melihat adanya pola yang sudah terbentuk dalam berbagai perselisihan.


Tengku Zulkarnain Sindir Pihak yang Pakai Atribut Islam Hanya Saat Kampanye dan Minta Wakaf

Denny menyebut pihak pelapor sebenarnya tak memiliki alat bukti yang memadai dalam menggiring Permadi ke kantor polisi. Dia juga menyadari upaya menggalang dukungan via media sosial.

“Pola mereka emang gitu.. Lapor ke @DivHumas_Polri meski tidak cukup alat bukti. Trus buzzer2nya bergerak trendingkan isu,” cuitnya melalui akun Twitter @DennySiregar7, dikutip Jumat (29/1).

Denny mengingatkan pihak pelapor agar menerima segala keputusan dari penegak hukum. Dia meminta mereka tak memainkan isu kebal hukum karena dilindungi penguasa.

“Entar kalo ditolak karena gak layak, mereka bangun isu baru "dilindungi rezim" "alat penguasa" seolah-olah laporan mereka harus diterima. Itu pemaksaan namanya,” tandasnya.

Di kicauan selanjutnya, Denny mengeluhkan susahnya berinteraksi di Indonesia. Pasalnya, sikap yang ditunjukkan kepada seseorang sering disalah-artikan.

“Di Indonesia ini susah.. Ngatain dibilang rasis. Muji dibilang fitnah. Diam dibilang gak perduli,” ujarnya.

Mantan Wasekjen MUI: Orang Indonesia Tidak Layak Benci Arab

Halaman: 
Penulis : Iskandar