logo


The Fed Prediksi Ekonomi AS Menguat pada Pertengahan Tahun, tapi Angka Pengangguran Tetap Tinggi

Kepala Bank Sentral AS Jay Powell mengatakan bahwa ekonomi AS akan meningkat pada pertengahan kedua tahun 2021

28 Januari 2021 18:15 WIB

Ilustrasi pengangguran
Ilustrasi pengangguran google

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Kepala Bank Sentral AS Jay Powell mengatakan bahwa perekonomian AS akan mulai kebali meningkat pada pertengahan tahun ini. Meski demikian, hal itu kemungkinan tidak mampu menekan angka pengangguran yang terus meroket selama masa pandemi.

"Ada bukti yang bagus untuk mendukung perekonomian yang lebih kuat pada enam bulan kedua tahun ini," kata Powell kepada wartawan pada Rabu (27/1).

Sebelumnya, The Fed telah mengumumkan bahwa mereka akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga nol persen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi AS pasca pandemi, seiring dengan dijalankannya program vaksinasi Covid-19.


Nggak Dapat Pasokan Vaksin, Spanyol Tunda Program Imunisasi Covid-19

Namun, Kepala The Fed tersebut juga memperingatkan bahwa menyebarnya varian baru Covid-19 asal Inggris dan Afrika Selatan, yang diyakini lebih mudah menular, berpotensi memperlambat pemulihan ekonomi.

Powell mengatakan bahwa sejumlah sektor tertentu yang menyerap banyak tenaga kerja tampaknya masih harus menghadapi dampak buruk akibat pandemi.

"Sejak awal, hal ini sudah menjadi kekhawatiran masyarakat, jika mereka tidak terhubung dengan industri atau pekerjaan yang sebelumnya mereka miliki, hingga beberapa tahun ke depan atau bahkan mereka tidak akan pernah dapat kembali (ke pekerjaan lamanya)," kata Powell.

"Masih ada sembilan atau sepuluh juta orang yang menganggur karena pandemi," lanjutnya.

Pada kuartal pertama tahun 2020 lalu, ekonomi AS mengalami penurunan hingga 5 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan semakin tajam dan mencapai 31,4% di kuartal kedua, seiring dengan banyaknya perusahaan yang terpaksa tidak beroperasi ditengah meningkatnya kasus Covid-19.

Ekonomi AS sempat rebound 33,1% pada kuartal ketiga, sebelum akhirnya terhempas gelombang kedua wabah Covid-19 di akhir tahun 2020 lalu.

"Bahkan setelah perekonomian dibuka kembali secara penuh, saya pikir kita masih perlu memikirkan kehidupan masyarakat yang telah hancur karena kehilangan pekerjaannya. Saya pikir akan bijaksana...jika kita bisa membantu mereka menemukan kembali akses kepada lapangan pekerjaan, bahkan jika itu berarti (kita) harus melanjutkan dukungan kita untuk satu periode waktu tambahan" tukasnya.

Jerman Akan Selesaikan Masalah Sanksi Jalur Pipa Gas Nord Stream 2 dengan AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia