logo


Sindir Pemerintah, Rizal Ramli: Islam-Phobia Digencarkan, Ketika Kesulitan Keuangan Merayu Umat

Rizal menilai kedua hal itu sangat kontradiktif.

28 Januari 2021 16:44 WIB

Rizal Ramli
Rizal Ramli ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ekonom senior Rizal Ramli menyentil pemerintah terkait Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan peresmian Brand Ekonomi Syariah.

Rizal menyindir pemerintah gemar mempromosikan Islam-Phobia, tetapi saat keuangan sulit umat Islam dirayu.

“Islam-Phobia digencarkan, tapi ketika kesulitan keuangan, merayu dan memanfaatkan dana ummat, wakaf dan dana haji. Kontradiktif amat sih,” cuitnya di akun Twitter @RamliRizal, dikutip Kamis (28/1).


Kalau Letoy Hadapi Pandemi, Andi Arief Minta Pemerintah Lambaikan Tangan ke Kamera

Sebelumnya, pemerintah telah meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Brand Ekonomi Syariah.

Wakil Presiden Maruf Amin memaparkan, potensi wakaf uang di Tanah Air mencapai Rp180 triliun. Adapun potensi itu disebabkan mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan tingginya tingkat kedermawanan.

Wakaf dinilai memiliki dimensi ekonomi, dan dapat dijadikan instrumen dalam mengatasi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu, Maruf Amin mengharapkan peran aktif ulama dalam menyosialisasikan program wakaf tersebut.

“Kehadiran ulama, ustad, mubaligh dan para kyai sangat berperan penting untuk mensosialisasikan praktek wakaf uang, baik dalam tabligh akbar, majelis taklim, khutbah jumat atau berbagai sarana dakwah dan berbagai media komunikasi lainnya agar informasi dan pesan tentang wakaf uang sampai kepada umat,” ujar Maruf.

Sekadar Minta Orang Nyumbang Duit, Rocky Gerung Sebut Sandiaga Uno Nggak Kreatif

Halaman: 
Penulis : Iskandar