logo


Jerman Akan Selesaikan Masalah Sanksi Jalur Pipa Gas Nord Stream 2 dengan AS

Menteri Luar Negeri Jerman akan menghubungi Menlu AS yang baru untuk menyelesaikan isu sanksi jalur pipa Nord Stream 2

28 Januari 2021 15:00 WIB

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mempertanyakan apakah pantas jika AS harus menjatuhkan sanksi terhadap Jerman karena adanya perbedaan kebijakan internasional mereka. Hal tersebut ia sampaikan kepada Menlu AS yang baru Antony Blinken melalui percakapan telepon.

Seperti diketahui, pada pekan lalu pemerintahan Donald Trump telah menjatuhkan sanksi terhadap semua pihak yang terlibat dalam pembangunan jalur pipa gas Nord Stream 2 yang menghubungkan Rusia dengan Jerman.

AS sendiri meyakini jika proyek tersebut akan meningkatkan ketergantungan Uni Eropa kepada Rusia, dimana hal itu hanya akan merugikan mereka. Namun, Rusia dan Jerman mengatakan bahwa proyek ini hanyalah proyek komersial.


Perang Vaksin, Uni Eropa Desak AstraZeneca Segera Kirim Vaksin Covid-19 atau Digugat

"Kami ingin berbicara dengan Amerika Serikat terkait isu ini (Nord Stream 2), tapi posisi kami dalam isu ini secara prinsip tidak akan berubah," ujarnya dikutip Reuters.

Jalur pipa gas Jerman-Rusia tersebut tentu saja merugikan AS yang berniat menjual gas alam cairnya ke wilayah Eropa.

Selain isu jalur pipa gas Rusia-Jerman tersebut, Maas rencananya juga akan membahas mengenai isu perdagangan dengan China, dimana pada bulan lalu Uni Eropa telah menyetujui perjanjian investasi yang akan memberikan lebih banyak akses bagi perusahaan-perusahaan Eropa untuk masuk ke pasar China. Sehingga, lanjutnya, upaya perlawanan terhadap China, dalam hal perdagangan, tidak akan mungkin untuk dilanjutkan.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan kebijakan internasional Uni Eropa terhadap China hanya akan efektif terhadap isu HAM, perubahan iklim, dan senjata.

"Semua hal ini yang hanya dapat kita bicarakan dengan AS," tukasnya.

Nggak Dapat Pasokan Vaksin, Spanyol Tunda Program Imunisasi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia