logo


Tujuh Bulan Diblokir India, TikTok Terpaksa Lakukan PHK Massal

Aplikasi TikTok terpaksa melakukan PHK terhadap lebih dari 200 karyawannya di India

27 Januari 2021 19:51 WIB

TikTok
TikTok istimewa

NEW DELHI, JITUNEWS.COM - Pihak manajemen TikTok telah memutuskan untuk melakukan pengurangan karyawan mereka di India hingga lebih dari 2,000 orang menyusul pemerintah India yang memutuskan untuk memperpanjang pemblokiran aplikasi buatan China.

Pengumuman terkait pengurangan jumlah karyawan TikTok India tersebut disampaikan oleh Kepala TikTok Global Vanessa Pappas pada Rabu (27/1) melalui sebuah surat.

"Seperti yang dapat anda bayangkan, dampak dari keputusan (pemerintah India) ini tidaklah mudah. Untuk beberapa bulan terakhir, tim manajemen kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk tidak mengeluarkan karyawan dari perusahaan. Kami telah memotong anggaran belanja, sementara masih terus membayarkan tunjangan. Namun, kami tidak bisa tetap mempertahankan jumlah karyawan secara penuh sedangkan aplikasi kami tidak beroperasi," kata Pappas dalam surat yang ia kirimkan kepada karyawan TikTok India, dikutip Sputniknews.


Jumlah Kematian Covid-19 Inggris Tembus 100 Ribu Kasus, Begini Respon PM Boris Johnson

Dalam surat tersebut, Pappas juga masih belum bisa memastikan apakah TikTok dapat diijinkan kembali beroperasi di India, dimana TikTok sudah memiliki lebih dari 600 juta pengguna aktif.

Menyusul pemblokiran yang mulai dilakukan oleh pemerintah India pada Juni 2020 lalu, induk perusahaan TikTok, Bytedance, yang memiliki enam kantor pusat di wilayah India, juga sudah menghentikan perekrutan karyawan baru.

Setelah diblokir selama lebih dari tujuh bulan, hingga kini masih belum dapat dipastikan jika aplikasi buatan China tersebut dapat kembali diijinkan untuk beroperasi di India di masa mendatang.

Jepang Berlakukan PSBB, Sejumlah Pejabat Kedapatan Keluyuran ke Kelab Malam

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia