logo


Rusia dan AS Sepakat Perpanjang Perjanjian New START

Kantor pemerintahan Rusia mengumumkan bahwa Vladimir Putin dan Joe Biden sepakat untuk memperpanjang perjanjian New START, pada Selasa (26/1) melalui sambungan telepon.

27 Januari 2021 16:00 WIB

Joe Biden dan Vladimir Putin
Joe Biden dan Vladimir Putin bbc

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Rusia dan Amerika Serikat telah sepakat untuk memperpanjang perjanjian pengendalian senjata nuklir bilateral mereka New START. Hal tersebut disampaikan oleh pihak Kremlin pada Selasa (26/1).

Sementara itu, pihak Gedung Putih sejauh ini belum mengkonfirmasi pengumuman yang dikeluarkan oleh Kremlin tersebut. Tapi, mereka mengatakan bahwa presiden Joe Biden dan Vladimir Putin telah berdiskusi terkait isu tersebut melalui sambungan telepon dan setuju untuk memperpanjang perjanjian New START yang akan berakhir pada 5 Februari mendatang.

Perjanjian New START sendiri sudah disepakati oleh kedua negara dengan kekuatan nuklir terbesar di dunia tersebut sejak 2010 lalu, dan menjadi pelopor adanya pengendalian senjata global.


Saran WHO, Wanita Hamil Tidak Diberi Vaksin Covid-19 Moderna, kecuali...

Perjanjian tersebut membatasi jumlah senjata nuklir yang dikembangkan oleh AS dan Rusia, termasuk rudal bawah laut dan bom nuklir, maksimal 1.550 unit.

Moskow dan Washington sebelumnya sempat mengalami kegagalan dalam perpanjangan perjanjian tersebut saat Donald Trump masih menjabat sebagai presiden Amerika Serikat. Ketidaksepakatan tersebut terjadi usai pihak AS menginginkan adanya sejumlah persyaratan khusus yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum pembaruan perjanjian tersebut.

Negara Barat Gunakan Navalny untuk Kacaukan Situasi Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia