logo


Negara Barat Gunakan Navalny untuk Kacaukan Situasi Rusia

Mantan Kepala Pasukan Keamanan Rusia (FSB) menyebut negara barat telah memanfaatkan Navalny untuk mengacaukan situasi dalam negeri Rusia

27 Januari 2021 15:30 WIB

Alexey Navalny (tengah)
Alexey Navalny (tengah) the Guardian

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Mantan Direktur Pasukan Keamanan Federal Rusia (FSB) Nikolay Patrushev mengatakan bahwa negara-negara barat telah memanfaatkan tokoh oposisi Kremlin, Alexey Navalny untuk membuat situasi Rusia kacau.

"Negara Barat perlu 'pemimpin ini' (Navalny) untuk membuat situasi di Rusia tidak stabil," ujarnya saat diwawancarai oleh koran lokal Moskow, dikutip RT.com.

"Kita sudah melihat contohnya di Ukraina...yang dalam prakteknya telah kehilangan kemerdekaan mereka," tambahnya.


Google Diminta Segera Hapus Telegram dari Play Store

"Orang-orang yang memimpin Ukraina membuat pernyataan semacam ini untuk merusak kepentingan masyarakat mereka sendiri," lanjutnya.

Tanpa menyebut nama Navalny, Mantan Kepala FSB tersebut menuding bahwa ia telah berulang kali melanggar aturan hukum Rusia, sehingga pantas diadili untuk tindakan ilegalnya.

Pada Senin (25/1), Menteri Luar negeri Ukraina Dmitry Kuleba menyebut Alexey Navalny sebagai "musuh Vladimir Putin" dan mengakui bahwa pemerintah Ukraina sangat mendukung segala pergerakan yang dilakukan oleh Navalny.

"Kami telah mengambil posisi yang sulit," kata Kuleba.

"Pertama, sangat tidak dibenarkan untuk memukul rakyat yang melakukan aksi protes dalam mempertahankan hak mereka sebagai rakyat sipil. Kedua, ada ungkapan yang menyatakan: Musuh dari musuh saya adalah teman saya," tambahnya

Navalny langsung ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara pada 18 Januari lalu saat dirinya menginjakkan kaki di Rusia, setelah menjalani perawatan di Jerman sejak Agustus lalu. Aktivis pro-demokrasi tersebut dituding telah melanggar perjanjian bebas bersyaratnya.

Pada 2014 lalu, Navalny terbukti bersalah melakukan penggelapan dana mencapai 30 juta rubel atau setara dengan USD 400 ribu dari dua perusahaan, salah satunya perusahaan kosmetik asal Perancis, Yves Rocher.

Saran WHO, Wanita Hamil Tidak Diberi Vaksin Covid-19 Moderna, kecuali...

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia