logo


Joe Biden Yakin Proyek Nord Stream 2 Hanya Akan Rugikan Uni Eropa

Pemerintahan Joe Biden akan segera mengkaji ulang kebijakan sanksi yang sebelumnya dijatuhkan oleh Donald Trump terhadap semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan jalur pipa gas Nord Stream 2

27 Januari 2021 13:29 WIB

Joe Biden
Joe Biden istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintahan Joe Biden berencana akan mengkaji ulang kebijakan sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintahan Donald Trump terhadap proyek pembangunan jalur pipa gas Rusia-Jerman Nord Stream 2. Meski demikian, namun juru bicara Gedung Putih menambahkan bahwa presiden Joe Biden tetap meyakini jika proyek jalur pipa gas tersebut merugikan Uni Eropa.

"Kami menyadari bahwa pemerintahan (AS) sebelumnya telah menjatuhkan sejumlah pembatasan (sanksi) terhadap aktivitas yang berkaitan dengan jalur pipa tersebut, dan kami akan mengkaji ulang kebijakan tersebut," kata Jens Psaki.

"Untuk itu, ia (Presiden Joe Biden) berencana untuk berkonsultasi dengan rekan kita di Eropa terkait isu ini," tambahnya.


Ada Varian Baru Covid-19 asal Jerman, Angela Merkel Minta Lockdown Diperketat

Pada Minggu (25/1), pihak operator jalur pipa Nord Stream 2 mengumumkan bahwa kapal Rusia telah mulai meletakkan jalur pipa di wilayah perairan Denmark.

Pada Selasa (19/1) pekan lalu atau satu hari menjelang upara pelantikan presiden Joe Biden, pemerintahan Donald Trump melalui Kementerian Keuangan AS telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan atau lembaga yang terkait dengan proyek jalur pipa tersebut, termasuk sejumlah perusahaan kapal asal Rusia, KVT, kapal tanker minyak Maksin Gorki, dan Rustanker.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh AS terkait proyek Nord Stream 2 tersebut sangat tidak pantas.

"Sanksi luar negeri (AS), dalam kasus apapun, (adalah) sebuah kebijakan yang menurut saya tidak pantas," kata Merkel pada pekan lalu.

Senada dengan Merkel, Menlu Jerman Heiko Maas mengatakan bahwa sanksi tersebut tidak relevan.

Sementara itu, tokoh politik Jerman Armin Leschet meminta agar progres pembangunan jalur pipa gas Rusia-Jerman tersebut tidak dikaitkan dengan isu penangkapan tokoh oposisi Kremlin, Alexey Navalny.

"Serangan terhadap Alexey Navalny memang haus dikevam. Sekarang Rusia harus menangkap mereka yang berada di balik upaya penyerangan (terhadap Navalny), bukan malah menangkap Navalny. Saya juga ingin Navalny untuk segera dibebaskan. Tapi, isu pengiriman gas ini, tidak terkait isu (penangkapan Navalny) tersebut," ujarnya.

Pfizer Tunda Pengiriman Vaksin, Uni Eropa Ancam Minta Uang Investasi Dikembalikan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia