logo


Pfizer Tunda Pengiriman Vaksin, Uni Eropa Ancam Minta Uang Investasi Dikembalikan

Presiden Uni Eropa mendesak perusahaan biofarmasi Pfizer-BioNTech untuk mengirimkan dosis vaksin Covid-19 sesuai dengan kesepakatan awal

27 Januari 2021 12:58 WIB

Presiden Uni Eropa Ursula Von der Leyen
Presiden Uni Eropa Ursula Von der Leyen istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Presiden Uni Eropa Ursula von der Leyen memberikan peringatan kepada perusahaan biofarmasi Pfizer-BioNTech untuk mengirimkan vaksin Covid-19 sesuai dengan kesepakatan awal. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan mengawasi semua pengiriman vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Twitter pribadinya, Ursula mengklaim bahwa pihaknya telah mendanai pengembangan vaksin Covid-19 agar dapat memenuhi kebutuhan seluruh negara di dunia.

Namun, karena adanya keterlambatan dalam pengiriman dan pengurangan jumlah dosis vaksin Pfizer/BioNTech ke Uni Eropa, Ursula mengatakan bahwa pihaknya akan mengawasi penjualan vaksin Pfizer/BioNtech tersebut ke negara diluar blok tersebut.


Terinfeksi Covid-19, Menhan Kolombia Meninggal Dunia

"Eropa sudah berinvestasi miliaran (Euro) untuk membantu pengembangan vaksin COvid-19 pertama di dunia dan membuatnya sebagai komoditas umum global. Sekarang pihak perusahaan harus mengirimkan dan menghormati kewajiban mereka. Kami akan menyusun sebuah mekanisme transparansi eksport vaksin," tulis Ursula dalam postingan Twitternya.

"Uni Eropa berkomitmen untuk ikut berkontribusi, tapi ini juga urusan bisnis," tambahnya.

Sementara itu, dua negara Eropa yang tidak menjadi anggota Uni Eropa, Rusia dan Inggris, sudah berhasil mengembangkan vaksin Covid-19 mereka, yakni Sputnik V dan AstraZeneca. Kedua vaksin tersebut juga telah digunakan di berbagai negara di seluruh dunia, meski Otoritas Pengawas Obat Uni Eropa (EMA) hingga kini belum memberikan lisensi untuk digunakan kepada 27 negara anggotanya.

Inggris, yang memiliki populasi total kurang dari 67 juta, sejauh ini sudah mendistribusikan sekitar 7 juta dosis vaksin Covid-19 kepada penduduknya. Sementara 27 negara anggota Uni Eropa, dengan total populasi hampir 450 juta, baru mendistribusikan sekitar 9 juta dosis.

Ada Varian Baru Covid-19 asal Jerman, Angela Merkel Minta Lockdown Diperketat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia