logo


Tak Masalah Kasus Laskar FPI Ditolak Mahkamah Internasional, Pengacara Beri Alasan Ini

Sugito mengaku sengaja membawa kasus penembakan 6 laskar FPI ke ICC karena Komnas HAM lambat merespons

27 Januari 2021 09:00 WIB

Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro
Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro kumparan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan bahwa insiden penembakan 6 laskar FPI tidak akan diterima oleh Mahkamah Internasional atau International Criminal Court (ICC). Pasalnya, kata Taufan, Indonesia bukan negara anggota ICC.

Menanggapi hal tersebut, Tim Advokasi Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), Sugito Atmo Prawiro mengaku tak masalah jika insiden penembakan 6 laskar FPI tidak disidangkan oleh ICC. Baginya, yang terpenting sudah melaporkan insiden tersebut.

"Kalau mengenai masalah (Indonesia) belum meratifikasi, oke. Tidak disidangkan seperti itu gak masalah. Yang penting kita sudah melaporkan secara resmi mengenai masalah kejahatan penembakan 6 laskar," kata Sugito seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (26/1/2021).


TP3 Minta Jokowi Tanggung Jawab Soal Peristiwa 6 Laskar FPI, PDIP: Terlalu Jauh Itu

"Kalau misalnya bisa sidangkan lebih bagus. Meski kita belum menandatangani ratifikasi itu. Yang penting udah ada laporan mengenai kejahtan HAM berat," sambungnya.

Sugito mengaku sengaja membawa kasus tersebut ke ICC karena Komnas HAM lambat merespons. "Kami enggak mau ini jadi konsumsi hal yang sifatnya politis. Ini kan kejahatan, kok dibawa ke politis," tandasnya.

Yakin Laporan Kasus Laskar FPI ke MK Internasional Bakal Ditolak, Komnas HAM Ungkap Alasannya

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati