logo


Natalius Pigai: Orang yang Rasis sama Saya Sudah Jutaan

Pigai mengaku kerap menerima serangan rasis.

27 Januari 2021 04:30 WIB

Natalius Pigai
Natalius Pigai Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Aktivis HAM Natalius Pigai menilai penetapan Ambroncius Nababan sebagai tersangka kasus rasisme merupakan hal yang lumrah.

Dia mengaku tak terlalu ambil pusing mengenai serangan rasis terhadap dirinya. Menurutnya, bukan kali ini saja dia mengalami hal tersebut.

“Saya terus terang saja. Gini, orang yang rasis sama saya ini sudah jutaan,” kata Natalius Pigai, Selasa (26/1).


Dugaan Racis Ambroncius, Pakar Pidana: Bisa Ditahan karena Syarat Objektif Terpenuhi

Pigai menganggap serangan rasis adalah konsekuensi membela orang-orang kecil yang membutuhkan pertolongan dan tak memperoleh keadilan. Baik dari suku Jawa, Sumatera, Melayu, Sunda, Ambon Maluku dan suku lainya di Indonesia.

“Jadi tantangan kita adalah mendapat kekerasan verbal. Jadi itu saya anggap dari konsekuensi pilihan yang kita ambil sebagai pembela kemanusiaan,” jelasnya.

“Meskipun saya sendiri memaklumi, ujaran rasisme juga bukan menyayat saya saja, juga komunitas saya,” ujarnya.

Menurut Pigai, perlakuan rasis terhadap dirinya maupun orang-orang Papua disebabkan historis politik bangsa Indonesia.

Mantan komisioner Komnas HAM itu mengungkit pengakuan proklamator Bung Hatta saat Sidang BPUPKI. Di situ, Wapres RI pertama itu disebut menginginkan ras Melayu sebagai warga negara Indonesia, minus ras Melanesia–yang merupakan ras Papua.

Lalu, mantan Kepala BIN AM Hendropriyono juga pernah mengatakan 2 juta orang Papua sebaiknya dipindahkan ke Manado.

Terakhir, Pigai mengingat pernyataan Menko Marves Luhut Pandjaitan yang mempersilakan orang Papua untuk angkat kaki dari Indonesia jika ingin merdeka, bergabung dengan Melanesian Spearhead Group (MSG).

“Jadi apa yang diucapkan oleh orang Indonesia kepada Papua dalam konteks rasis hanyalah keinginan dari pimpinan-pimpinan nasional,” terang Pigai.

“Ini yang kita harus kritisi cara pandang pejabat. Kita harus merubah mindset politik pemerintahan yang diskriminatif dan rasialisme,” sambungnya.

Polisi Akan Periksa Ambroncius Nababan Sebagai Tersangka

Halaman: 
Penulis : Iskandar