logo


Deal, Selandia Baru Jalin Perjanjian Perdagangan Bebas dengan China

PM Jacinda Ardern mengkonfirmasi jika pihaknya telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan China.

26 Januari 2021 20:30 WIB

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern kompasiana

WELLINGTON, JITUNEWS.COM - Selandia Baru dan China telah sepakat meningkatkan perjanjian perdagangan bebas mereka, memberikan sektor ekspor negara di kawasan pasifik tersebut akses yang lebih besar kepada negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia.

Penandatanganan perjanjian perdagangan bebas dengan China tersebut dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern.

"China tetap menjadi salah satu rekan dagang kami yang paling penting, terlebih dengan (perjanjian) ini dilakukan ditengah krisis ekonomi global akibat pandemi Covid-19, menjadikannya sangat penting," kata Ardern dalam konferensi pers, pada Selasa (26/1), dikutip AL Jazeera.


Ingin Lepas dari Inggris, PM Skotlandia Bakal Gelar Jajak Pendapat pada Mei 2021

Dibawah perjanjian tersebut, China akan mengurangi atau bahkan membebaskan tarif masuk terhadap sebagian besar komoditas ekspor Selandia Baru, termasuk komoditas susu, kayu, dan makanan laut.

Perjanjian tersebut juga mencakup komitmen kedua belah pihak untuk mempromosikan adanya perlindungan lingkungan serta peningkatan hubungan dagang dan aliran investasi.

China sendiri diketahui merupakan rekan dagang terbesar Selandia Baru, dengan nilai perdagangan antara keduanya mencapai lebih dari USD 21 miliar per tahun.

Namun, hubungan kedua negara sempat mengalami ketegangan saat pemerintahan Jacinda Ardern mengkritik pengaruh China di negara mereka, dan isu muslim Uyghur. Jacinda Ardern juga sempat mendukung keikutsertaan Taiwan dalam Badan Kesehatan Dunia (WHO) meski sebelumnya sudah mendapatkan peringatan dari Beijing.

Perjanjian dagang dengan Selandia Baru tersebut juga dilakukan setelah hubungan China dengan Australia memburuk usai Canberra mendesak adanya investigasi terkait asal usul virus Covid-19 yang pertama kali dilaporkan muncul di China pada 2019 lalu.

Kapal Asing Dilarang Masuk, China Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan Pekan Ini

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia