logo


Ingin Lepas dari Inggris, PM Skotlandia Bakal Gelar Jajak Pendapat pada Mei 2021

PM Skotlandia berjanji akan menggelar referendum pada Mei mendatang jika ia mendapat dukungan dari pihak parlemen

26 Januari 2021 19:15 WIB

Perdana Menteri Skotlandia Nicola Sturgeon
Perdana Menteri Skotlandia Nicola Sturgeon istimewa

EDINBURGH, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Skotlandia, Nicola Sturgeon berjanji akan menggelar referendum kemerdekaan, meski tanpa persetujuan dari pemerintah Inggris, jika ia terpilih kembali pada pemilihan parlementer pada bulan Mei mendatang.

"Saya ingin adanya referendum resmi, itulah yang akan saya upayakan untuk rakyat Skotlandia pada Mei," kata Sturgeon dalam sebuah wawancara dengan BBC.

Pada referendum pertama yantg digelar pada 2014 lalu, 55 persen rakyat Skotlandia menginginkan untuk tetap bergabung bersama Inggris, namun 62 persen rakyat Skotlandia merasa sangat kecewa dengan keputusan Inggris yang keluar dari Uni Eropa pada tahun 2020 lalu. Terlebih, menurut mereka langkah penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh Nicolas Sturgeon dirasa jauh lebih baik daripada Boris Johnson.


Uni Eropa Ancam Jatuhkan Sanksi Jika Rusia Tak Bebaskan Tokoh Oposisi Alexey Navalny

Sebuah survei yang dirilis pada Minggu (24/1) oleh The Sunday Times mengungkapkan bahwa 52 persen rakyat Skotlandia sangat mendukung upaya referendum pelepasan diri dari Inggris.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa Skotlandia tidak diijinkan menggelar jajak pendapat atau referendum hingga 2050 mendatang, tapi Partai Nasional Skotlandia (SNP) pada Sabtu akhir pekan lalu mengumumkan bahwa meski tanpa persetujuan dari Inggris, mereka akan tetap berupaya mengajukan rancangan undang-undang untuk mengorganisir referendum tersebut jika mendapatkan dukungan dari sebagian besar anggota parlemen Skotlandia.

"Jika mereka (parlemen) memberikan saya otoritas tersebut, yang akan saya lakukan: menggelar referendum resmi untuk memberikan rakyat Skotlandia hak untuk memilih," tukasnya.

Vladimir Putin Sebut Aksi Protes soal Penahanan Navalny Sangat Berbahaya untuk Dilakukan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia