logo


Uni Eropa Ancam Jatuhkan Sanksi Jika Rusia Tak Bebaskan Tokoh Oposisi Alexey Navalny

Uni Eropa dan presiden AS Joe Biden mengecam tindakan Rusia yang melakukan penahanan terhadap Alexey Navalny

26 Januari 2021 18:09 WIB

Alexey Navalny
Alexey Navalny istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Uni Eropa mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah tokoh pejabat pemerintah Rusia jika mereka tidak segera membebaskan aktivis pro-demokrasi Rusia Alexey Navalny. Uni Eropa juga berencana mengirimkan diplomat mereka ke Moskow pekan depan untuk mendesak pemerintah Vladimir Putin terkait permintaan tersebut.

Meskipun sejumlah negara anggota Uni Eropa seperti Italia dan Romania mendesak agar sanksi terhadap Rusia tersebut segera dijatuhkan untuk merespon penahanan Navalny setelah ia kembali ke Rusia dari Jerman pada 17 Januari lalu, namun pemerintah Jerman meminta Uni Eropa untuk memberikan waktu tambahan kepada Moskow, untuk melihat apakah Navalny hanya ditahan selama tiga puluh hari.

"Kami hari ini sudah sepakat untuk menunggu keputusan pengadilan, dan melihat...apakah Alexey Navalny akan dibebaskan setelah 30 hari," kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas dalam konferensi persnya, dikutip Reuters.


Fauci Ungkap Bagaimana Rasanya Bekerja dengan Donald Trump

"Ini belum berakhir," tambahnya.

Seperti diketahui, tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny dimasukkan ke penjara karena melanggar aturan wajib lapor usai dirinya kembali dari Berlin sejak bulan Agustus lalu. Navalny sendiri terpaksa dilarikan ke rumah sakit Berlin usai dirinya diduga telah diracun dengan senyawa Novichok.

Setelah pulih, Navalny langsung menuduh Vladimir Putin lah yang berupaya membunuh mereka. Pemerintah Rusia tentu saja membantah tuduhan tersebut.

Sedikitnya 40 ribu massa simpatisan Navalny menggelar aksi protes di pusat kota Moskow pada akhir pekan lalu. Aksi tersebut berujung dengan kekacauan dan pihak polisi berhasil mengamankan sejumlah demonstran.

Kecaman terhadap penahanan Navalny juga disampaikan oleh Presiden AS Joe Biden.

"Kami sangat khawatir dengan sejumlah tindakan mereka, baik terkait kasus Navalny, (peretasan) Solar Winds, ataupun adanya laporan mengenai harga kepala warga Amerika di Afghanistan," kata Joe Biden.

Aturan Jam Malam Tak Cukup Redam Peningkatan Kasus Covid-19, Perancis Lockdown Lagi?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia