logo


Pengamat: Wacana di Indonesia Tidak Sehat dan Tidak Produktif

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan bahwa kasus semacam itu sebenarnya sering terjadi di Indonesia.

26 Januari 2021 17:22 WIB

Internet dapat dijadikan mesin pencetak uang
Internet dapat dijadikan mesin pencetak uang The New Yorker

JAKARTA,JITUNEWS.COM- Unggahan foto mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dan gorila di akun facebook milik Ambroncius Nababan berbuntut panjang. Foto tersebut dinilai tidak etis dan cenderung menghina Natalius dan masyarakat Papua.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan bahwa kasus semacam itu sebenarnya sering terjadi di Indonesia.

Menurutnya kasus serupa juga pernah terjadi sebelumnya seperti di kasusSBY dan AHY dengan Yusuf Leonard Henuk.


Prihatin dengan Rasisme Pigai, Refly Harun: Jokowi Belum Mampu Jadi Presiden Seutuhnya

Ketika SBY Mewacanakan terkait vaksin Covid-19, Yusuf Leonard Henuk menyebut SBY bodoh dan sok suci. Saat AHY mewacanakan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, Yusuf Leonard Henuk menyebutnya bodoh.

Di kasus lain, saat seseorang mengkritik pemerintah, seperti Ribka Tjiptaning menolak di vaksin Covid-19, maka ia disebut penghianat dan tidak tahu diri.

“Contoh tersebut mengindikasikan, dalam berwacana di media massa dan media sosial kerap berujung serangan pada pribadi yang berwacana. Kecenderungan ini tentu tidak sehat dalam perkembangan demokrasi di tanah air,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/1/2021).

Padahal, lanjut Jamaludin, wacana di negara demokrasi idealnya menjadi sarana untuk mencari kebenaran sehingga bermanfaat bagi masyarakat .

Khusus pemerintah, wacana yang sehat dapat memberi masukan untuk pengambilan kebijakan atau mengkoreksi suatu kebijakan. Namun hal itu tidak terjadi karena wacana di Indonesia tidak menyerang pendapat seseorang, tetapi justru menyerang orangnya.

“Wacana tidak sehat tersebut seyogyanya harus diubah dengan menyerang pendapatnya, bukan orangnya. Kalau hal itu yang dilakukan, wacana di Indonesia akan produktif sehingga bermanfaat pada masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya.

Diserang Isu Rasis, Natalius Pigai Minta Masyarakat Papua Tidak Terprovokasi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar