logo


Fitra Gugat Janji Politik Jokowi-JK Soal Dana Desa

Fitra mendesak Jokowi-JK untuk memperbaiki keadaan dan meluruskan visi nawacita dalam RPJMN

24 April 2015 14:29 WIB

Presiden Jokowi tengah memimpin rapat terbatas di Istana Presiden (Ist)
Presiden Jokowi tengah memimpin rapat terbatas di Istana Presiden (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Janji Jokowi-JK mengenai gelontoran dana desa sebesar Rp 1 miliar digugat oleh Fitra. Karena saat ini impelemntasi dari PP 60 tahun 2014 itu tidak berjalan, alih-alih Rp 1 miliar per desa saat ini realisasinya hanya sekitar 20% saja.

Manajer Advokasi Fitra Agung Widadi menyatakan bahwa saat ini Jokowi tidak bisa memberikan dana Rp 1 miliar per desa apa bila PP tidak segera direvisi, "Desa itu total rata-rata menerima dana Rp 260 juta, karena PP itu (PP 60 tahun 2014) targetnya hanya  20% dan baru pada tahun 2018 itu full 100%. nyatanya PP itu tidak direvisi Jokowi maupun menterinya," tuturnya di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Jumat (24/4).

Menurutnya, janji politik ini tidak akan bisa dieksekusi nyata dalam APBN dan merubah PP. Kalau pajak dan percepatan barang dan jasa itu mudah direvisi, namun mengapa untuk program pembangunan desa dilakukan revisi PP 60 tahun 2014. Ia menatakan politik angaran Jokowi tidak berpihak terhadap rakyat.


Angka Kesembuhan Covid-19 90,5%, Jokowi: Jauh di Atas Rata-rata Dunia

"Jokowi katakan tahun depan ada dana kabupaten padahal dana perimbangan aja masih kacau balau. Proses ideologi penyusunan perimbangan ini kacau balau, jangan-jangan ini memang hanya pro investor karena rawan diselewengkan karena saat ini penyalurannya dari pusat lalu ke daerah baru ke desa." Lanjutnya.

Saat ini, mafia-mafia anggaran di desa  akan memanfaatkan celah-celah tersebut. Ia mendesak Jokowi-JK untuk memperbaiki keadaan dan meluruskan visi nawa cita dalam RPJMN. Harapannya nanti dalam merumuskan APBN tahun 2016, Jokowi-JK dapat mengedepankan prinsip yang berlandaskan konstitusi agar kue-kue anggaran itu tidak nyasar ke kelompok-kelompok tertentu.

Legowo Demokrat Tak Masuk Kabinet, Andi Arief: Kami Tidak Pernah Berharap

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan