logo


BPOM Kembali Didesak Berikan Informasi Secara Transparan Perihal Vaksin Sinovac

Dia juga mengkritik BPOM yang tidak memberikan penjelasan terhadap materi atau bahan pembuatan vaksin tersebut.

25 Januari 2021 20:56 WIB

Vaksin Covid-19 Sinovac
Vaksin Covid-19 Sinovac istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota DPD RI, Habib Zakaria Bahasyim mengkritik kinerja BPOM yang terkesan tidak transparan dalam memberikan penjelasan kepada publik perihal proses uji klinis vaksin sinovac.

Dia juga mengkritik BPOM yang tidak memberikan penjelasan terhadap materi atau bahan pembuatan vaksin tersebut.

Menurutnya sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, mengkonsumsi produk halal wajib hukumnya bagi umat Islam.


Kelompok Pendukung Risma Bermunculan, Ini Komentar Wanita Emas

“Meskipun soal kehalalan menjadi kewenangan MUI, BPOM seharusnya juga bisa menjelaskan kepada publik apakah vaksin sinovac dibuat dari bahan-bahan yang mengandung unsur haram atau tidak – misalnya DNA babi,” ujarnya saat Rapat Kerja dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM RI) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2021).

Menanggapi hal itu, BPOM RI menyadari kinerjanya belum maksimal terutama dalam penyebaran informasi secara terbuka dan transparan kepada publik terkait proses penelitian dan produksi vaksin sinovac.

Oleh karena itu, BPOM RI akan memaksimalkan edukasi dan sosialisasi kepada publik dilakukan melalui media sosial, media cetak dan elektronik, website BPOM maupun webinar.

Disamping itu BPOM RI berkomitmen untuk senantiasa menggandeng Komite III DPD RI dalam berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi tersebut. Adapun perihal distribusi vaksin ke seluruh daerah di Indonesia, BPOM RI berkomitmen untuk bekerjasama dengan berbagai pihak lintas sektor dan pemerintah daerah untuk menjamin keamanan dan mutu vaksin.

Mengharapkan Presiden Jokowi Menegur Ahok Adalah Sebuah Ilusi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar