logo


Ambroncius Mainkan Isu Rasis, Romo Benny: Sayang Sekali ya

Rohaniwan yang akrab disapa Romo Benny ini mengajak seluruh elemen Bangsa, untuk bijak dalam berujar dan melontarkan pendapat di media sosial.

25 Januari 2021 20:57 WIB

Benny Susetyo
Benny Susetyo Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo menyayangkan masih adanya tindakan rasial yang menyinggung SARA dan menyerang martabat manusia.

“Sayang sekali ya, harusnya tidak ada lagi pelecehan dan tindakan rasial yang nanti malah melebar ke mana-mana, dan malah jadi menyingung kelompok tertentu,” ujar Benny kepada di Jakarta, Senin (25/1/2021).

Rohaniwan yang akrab disapa Romo Benny ini mengajak seluruh elemen Bangsa, untuk bijak dalam berujar dan melontarkan pendapat di media sosial.


Prihatin dengan Rasisme Pigai, Refly Harun: Jokowi Belum Mampu Jadi Presiden Seutuhnya

“Jangan sampai kemudian ujaran yang dilontarkan atau ditampilkan di media sosial, malah membuka peluang kepada tindakan rasialis yang bisa saja dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk memecah belah persatuan Bangsa,” tambahnya.

Dia juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk melawan kritikan dengan kritikan, bukan dengan kata-kata atau ujaran yang berpotensi menimbulkan tidakan rasisme kepada kelompok etnis atau agama tertentu.

“sudah saatnya kita dewasa ya, dan arif dalam merespon kritik, kritik itu biasa, tetapi kalau direspon dengan cara yang salah, nantinya malah jadi masalah yang sejatinya tidak perlu ada,” kata dia.

Dalam hal ini, Benny menegaskan kepada seluruh elemen Bangsa Indonesia, untuk tetap berpegang kepada Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara. Termasuk dalam hal saling kritik, harus tetap menghargai dan menjunjung tinggi martabat manusia serta menghargai kebhinekaan.

“Untuk meredam konflik serta polemik atau upaya dari oknum-oknum tertentu untuk menggoreng isu rasialis, sebaiknya jika ada tindakan rasisme, langsung saja dibawah ke ranah hukum, nanti aparat penegak hukum yang akan menyelidiki dan menindak kalau-kalau ada tindakan rasis,” pungkasnya.

Diketahui isu rasisme kembali menjadi sorotan publik setelah akun Facebook dengan nama Ambroncius Nababan dituding melakukan rasisme terhadap Natalius Pigai.

Ambroncius Nababan membagikan narasi yang membandingkan Natalis Pigai dengan gorilla dan kadal gurun.

Dia mengunggah foto tersebut usai Natalius Pigai mengatakan bahwa menolak vaksin Covid-19 adalah hak asasi rakyat.

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat untuk manusia bukan untuk gorilla apalagi kadal gurun. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu divaksin. Faham?" tukas Ambroncius Nababan.

Diserang Isu Rasis, Natalius Pigai Minta Masyarakat Papua Tidak Terprovokasi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar