logo


Peranan Startup Dalam Mewujudkan Lingkungan Hidup Sehat dan Menyenangkan

Peranan Startup Dalam Mewujudkan Lingkungan Hidup Sehat dan Menyenangkan

9 November 2020 10:36 WIB

Pembuangan sisa-sisa sortir limbah medis diduga bekas Covid-19 ditemukan di Zona IV TPA Sumurbatu.
Pembuangan sisa-sisa sortir limbah medis diduga bekas Covid-19 ditemukan di Zona IV TPA Sumurbatu. KPNas

Sampah adalah masalah terbesar di bumi. Manusia menghasilkan sampah yang terlalu banyak sehingga bumi kewalahan dalam menerima sampah manusia. Sampah yang tidak bisa diurai memenuhi tempat pembuangan akhir dan berakhir di lautan. Studi terbaru menunjukan bahwa ada kurang lebih 6,3 miliar ton sampah di bumi dan hanya 9% yang bisa didaur ulang. Setiap tahun rata rata pertumbuhan sampah dunia mencapai kurang lebih 5%.

Yang lebih menyedihkan lagi adalah Indonesia termasuk dalam daftar 5 negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Kelima negara tersebut adalah China, Indonesia, Filipina, Vietnam dan Sri Lanka. Jumah sampah kelima negara tersebut jauh lebih besar dari total jumlah seluruh negara di dunia. Indonesia menghasilkan 3,2 juta metrik ton sampah setiap tahunnya dan 1,3 juta metrik ton nya berakhir di lautan. Karena kondisi ini maka diperlukan perubahan pola masyarakat Indonesia dalam mengelola sampah. Hal ini perlu diperlukan guna menyelamatkan tanah dan air Indonesia dari kepungan sampah yang menggunung.

Melihat kondisi ini, BINUS Incubator menaruh perhatian besar bagi mahasiswa yang mempunyai ide dalam pengelolaan sampah, terlebih lagi jika model bisnisnya cukup menyenangkan dan menarik bagi millennial untuk terlibat di dalamnya. Saat ini di BINUS Incubator membimbing startup yang fokus pada pembuatan aplikasi untuk merubah pola hidup masyaraat Indonesia dalam menangani sampah di lingkungannya. Startup tersebut bernama BALARUNTA dan didirikan oleh Muhammad Rafid dan Rifera Ridho yang merupakan mahasiswa Game Application & Technology BINUS University.


Advokasi Limbah Medis Bekas Penanganan Covid-19 Suatu Keharusan

BALARUNTA adalah platform berbasis teknologi informasi berbentuk mobile game application. BALARUNTA memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang betapa pentingnya mendaur ulang sampah plastik untuk semua kalangan dengan cara yang menyenangkan. BALARUNTA juga memberikan akses pada masyarakat untuk menyetorkan sampah plastik mereka ke station BALARUNTA terdekat untuk ditukarkan menjadi makanan bagi BALARUNTA yang merupakan pet monster. BALARUNTA dibuat dengan latar belakang sebagai representasi makhluk hidup yang dapat mencerna sampah dan agar menjadi motivasi masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dengan sampah yang mereka pakai.

Coach Hans Daniel sebagai pendamping mereka di BINUS Incubator selain mendampingi mereka dalam proses pembentukan ide hingga pembuatan aplikasi juga mengikut sertakan mereka ke acara hibah hibah yang diselenggarakan oleh pemerintah. Saat ini BALARUNTA ada di proses shortlisting untuk hibah yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset dan Teknologi. Harapannya adalah agar dari ide mahasiswa ini terbentuk startup yang mandiri dan dapat berperan serta dalam edukasi kesadaran lingkungan di Indonesia.

Respon Terhadap Kajian KPK: Fokus Olah Sampah, Tipping Fee Upahnya

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan