logo


Intoleransi Siswi Nonmuslim Dipaksa Berjilbab, Nadiem Tegaskan Pemerintah Tak Tolerir Pihak Sekolah

Nadiem mengapresiasi langkah cepat pemda setempat dalam menangani kasus tersebut.

25 Januari 2021 05:15 WIB

Mendikbud Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akhirnya buka suara terkait kasus siswi nonmuslim di Padang, Sumatera Barat, diminta mengenakan jilbab. Menurutnya, aturan tersebut merupakan bentuk intoleransi dan melanggar undang-undang (UU).

"Hal tersebut merupakan bentuk intoleransi atas keberagamaan, sehingga bukan saja melanggar peraturan UU, melainkan juga nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan," kata Nadiem dalam video yang diunggah di akun Instagram resminya, Minggu (24/1).

Mantan CEO Gojek itu menekankan, pemerintah tak akan mentolerir guru dan kepala sekolah di Padang yang membuat aturan siswi nonmuslim harus berjiljab. Dia juga memuji langkah cepat pemda setempat dalam menangani kasus tersebut.


Siswi Nonmuslim Dipaksa Pakai Jilbab, Haikal Hassan: Benar-benar Melanggar Al Quran

"Untuk itu pemerintah tidak akan mentolelir guru dan kepala sekolah yang melakukan pelanggaran dalam bentuk intoleransi tersebut,” tegas Nadiem.

“Sejak menerima laporan mengenai SMKN 2 Padang Kemendikbud telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan tegas, saya mengapresiasi gerak cepat pemerintah daerah terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran," paparnya.

Dugaan Siswa Nonkristen Diminta Belajar Agama Kristen, Tengku Zulkarnain Minta Mendikbud Periksa

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×