logo


Hong Kong Lockdown Dua Hari, Ribuan Warga Dilarang Keluar Rumah

Pemerintah Hong Kong memberlakukan aturan lockdown ketat di wilayah Kowloon selama akhir pekan ini

24 Januari 2021 06:30 WIB

Hong Kong me-lockdown sebuah kawasan pemukiman di Kowloon hingga Senin (25/1)
Hong Kong me-lockdown sebuah kawasan pemukiman di Kowloon hingga Senin (25/1) istimewa

HONG KONG, JITUNEWS.COM - Pemerintah Hong Kong terpaksa memberlakukan kebijakan lockdown selama dua hari mulai Sabtu (23/1) usai meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di kota tersebut.

Di bawah aturan tersebut, ribuan warga yang tinggal di kawasan Jordan, Kowloon, dilarang keluar dari tempat tinggal mereka kecuali dapat menunjukkan bukti tes negatif Covid-19.

Pemerintah mengatakan bahwa mereka berencana untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 terhadap semua orang yang tinggal di zona tersebut dalam waktu 48 jam. Menurut pemerintah, setidaknya ada 70 bangunan apartemen di kawasan tersebut.


Uni Eropa Terancam Kekurangan Pasokan Vaksin Covid-19

Pemeriksaan sampel air limbah yang diambil dari wilayah tersebut terbukti mengandung jejak virus Covid-19 sehingga menimbulkan kekhawatiran jika wilayah pemukiman padat penduduk dengan sistem sanitasi dan ventilasi yang kurang baik tersebut berpotensi menjadi salah satu titik penyebaran wabah.

"Warga yang diwajibkan melakukan tes (Covid-19) harus tetap berada di dalam kediamannya hingga seluruh warga yang terindentifikasi di area tersebut telah menjalani pemeriksaan dan hasil pemeriksaannya sudah dipastikan," kata pemerintah Hong Kong dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Reuters.

Dua bulan belakangan ini, kasus Covid-19 di Hong Kong mengalami peningkatan yang signifikan sehingga otoritas berupaya keras menekan laju penyebaran virus.

Lebih dari 4.300 kasus telah dilaporkan muncul pada dua bulan terakhir atau hampir 40 persen total penduduk Hong Kong sudah terinfeksi.

Aturan lockdown tersebut diharapkan dapat berakhir pada Senin (25/1) pukul 6 pagi waktu setempat, sehingga warga dapat kembali beraktifitas seperti biasa.

Guardiola Minta Jumlah Klub yang Main di Liga Premier Inggris Dikurangi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia