logo


Lebih dari 150 Personil Pasukan Pengamanan Pelantikan Joe Biden Terinfeksi Covid-19

Seorang pejabat AS yang tidak disebut namanya melaporkan bahwa antara 150 hingga 200 personil tentara AS yang ditugaskan dalam pengamanan pelantikan Joe Biden telah terinfeksi Covid-19

23 Januari 2021 12:45 WIB

Pasukan AS yang ditugaskan dalam misi pengamanan upacara pelantikan Joe Biden
Pasukan AS yang ditugaskan dalam misi pengamanan upacara pelantikan Joe Biden istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Antara 150 hingga 200 personil pasukan garda nasional AS yang diterjunkan untuk mengamankan Washington DC selama pelantikan presiden terpilih Joe Biden, telah teruji positif Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh seorang pejabat AS yang tidak disebut namanya, pada Jumat (22/1) dilansir dari Reuters.

Sebelumnya, situasi pengamanan di Washington DC ditingkatkan pasca terjadinya insiden penyerbuan Gedung Capitol oleh massa simpatisan Donald Trump pada Rabu (6/1). Pentagon menerjunkan 25 ribu pasukan garda nasional AS untuk mengamankan situasi menjelang upacara pelantikan Joe Biden pada Rabu (20/1).

Pasca pelantikan kepresidenan tersebut, militer AS secara bertahap telah menarik mundur pasukan keluar dari Washington, dimana 15 ribu personilnya akan meninggalkan ibu kota AS tersebut dalam waktu lima hingga sepuluh hari ke depan.


Lebih Mematikan, Varian Baru Covid-19 Inggris Diyakini Tingkatkan Resiko Kematian

Sejumlah pejabat mengatakan bahwa setidaknya 7 ribu personil akan tetap dipertahankan setidaknya hingga akhir bulan ini, dan lima ribu diantaranya masih akan tetap ditugaskan di Washington hingga pertengahan Maret mendatang.

Dalam sebuah pernyataan tertulisnya, militer AS mengatakan bahwa mereka tidak akan membahas mengenai kasus Covid-19 yang muncul di dalam pasukan mereka, namun para personil tetap mematuhi aturan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular AS (CDC), diantaranya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan.

Menlu Iran Minta AS Cabut Semua Sanksi terhadap Teheran sebelum Masuk ke JCPOA

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia